Berita

Cepat Tanggap, Polisi Evakuasi Terduga Pencuri Alpukat dari Amukan Massa di Aikmel

×

Cepat Tanggap, Polisi Evakuasi Terduga Pencuri Alpukat dari Amukan Massa di Aikmel

Share this article

LOMBOK TIMUR – Personel Dalmas Ton 2 Polres Lombok Timur bergerak cepat mengevakuasi seorang terduga pelaku pencurian alpukat yang sempat diamankan warga di Dusun Merembuk, Desa Aik Perapa, Kecamatan Aikmel sekitar pukul 18.00 WITA. Evakuasi dilakukan untuk mencegah potensi aksi main hakim sendiri dari massa yang mulai berdatangan di lokasi. Kamis (16/4/2026)

Peristiwa bermula dari informasi yang beredar di grup WhatsApp “Sudagar Alpukat” mengenai adanya orang tak dikenal yang berkeliling mencari alpukat di wilayah tersebut. Informasi itu memicu kewaspadaan warga hingga akhirnya dilakukan penelusuran terhadap orang yang dicurigai.

Kepala wilayah bersama sejumlah warga, termasuk Amaq Peni, kemudian menemukan terduga pelaku di jalan dekat kebun milik warga. Saat dihentikan, pelaku mengaku sedang mencari temannya bernama Dilan. Namun, gerak-geriknya yang dinilai mencurigakan membuat warga membawa yang bersangkutan ke rumah kepala wilayah untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Dalam proses interogasi oleh warga, terduga pelaku akhirnya mengakui telah melakukan pencurian alpukat. Ia juga menyebutkan bahwa hasil curiannya disimpan di salah satu kebun milik warga di Dusun Senganton, Desa Beriri Jarak, Kecamatan Wanasaba.

Kepala wilayah setempat kemudian menghubungi Bhabinkamtibmas Desa Aik Perapa untuk meminta pengamanan. Selanjutnya, Bhabinkamtibmas berkoordinasi dengan Kapolsek Aikmel hingga akhirnya personel Dalmas Polres Lombok Timur yang dipimpin Danton 2 Aipda Joko Santoso diterjunkan ke lokasi untuk mengamankan situasi dan mengevakuasi pelaku dari kerumunan warga.

Kapolres Lombok Timur melalui Kasi Humas Polres Lombok Timur Iptu Lalu Rusmaladi dalam keterangannya menegaskan bahwa respons cepat anggota di lapangan merupakan bentuk komitmen Polri dalam menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif. “Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan tindakan main hakim sendiri dan mempercayakan penanganan perkara kepada pihak kepolisian,” ujarnya. Saat ini, terduga pelaku telah diamankan di Mapolres Lombok Timur guna menjalani proses hukum lebih lanjut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…