Berita

Sat Reskrim Polres Bima Kota Lakukan Olah TKP Kebakaran di TK Negeri Pembina

×

Sat Reskrim Polres Bima Kota Lakukan Olah TKP Kebakaran di TK Negeri Pembina

Share this article

Kota Bima, NTB (17 April 2026) – Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Bima Kota bersama tim Inafis bergerak cepat mendatangi dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) atas peristiwa kebakaran yang terjadi di TK Negeri Pembina Kota Bima, Kamis (16/4/2026) sekitar pukul 11.15 Wita.

Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto S.I.K., M.M., melalui Kasat Reskrim AKP Dwi Kurniawan Kusuma Putra, S.Tr.K., S.I.K., menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan adanya kebakaran dan langsung menerjunkan personel piket Sat Reskrim bersama tim Inafis untuk melakukan penanganan awal serta olah TKP di lokasi kejadian.

Berdasarkan keterangan saksi pertama, Ramlin selaku penjaga sekolah, peristiwa kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 11.00 Wita. Saat itu, ia sedang beristirahat di dalam bangunan aula TK Negeri Pembina. Tiba-tiba ia melihat asap keluar dari plafon di bagian pojok barat aula.

Melihat kejadian tersebut, saksi segera berlari menuju sekring listrik dan langsung mematikan arus listrik di bangunan tersebut. Selanjutnya, saksi mengambil air menggunakan ember dan berupaya memadamkan sumber asap dengan menyiram bagian plafon yang terbakar.

“Saat kejadian, kondisi lampu di dalam aula dalam keadaan mati atau tidak menyala,” ungkap saksi Ramlin.

Sementara itu, Kepala TK Negeri Pembina, Siti Megawati, S.Pd., dalam keterangannya menyebutkan bahwa saat kejadian dirinya sedang berada di halaman depan sekolah. Ia kemudian mendengar teriakan dari penjaga sekolah yang menginformasikan adanya kebakaran di bangunan aula.

Ia juga menjelaskan bahwa bangunan aula yang terbakar tersebut tidak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar dan dalam kondisi kosong tanpa adanya meja maupun kursi.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran tersebut. Sat Reskrim Polres Bima Kota juga mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi kebakaran, khususnya yang berkaitan dengan instalasi listrik.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, sementara kerugian materil masih dalam proses pendataan oleh pihak berwenang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…