Berita

Binrohtal Rutin, Personel Polres Bima Kota Tingkatkan Keimanan dan Ketakwaan

×

Binrohtal Rutin, Personel Polres Bima Kota Tingkatkan Keimanan dan Ketakwaan

Share this article

Kota Bima, NTB (16 April 2026) – Dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketakwaan personel, Polres Bima Kota kembali melaksanakan kegiatan Pembinaan Rohani dan Mental (Binrohtal) rutin bagi personel yang beragama Islam.

Kegiatan tersebut berlangsung pada Kamis, 16 April 2026, sekitar pukul 08.30 Wita, bertempat di Masjid Jabal Qubis Polres Bima Kota, dengan diikuti oleh personel Polres Bima Kota yang beragama Islam.

Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto, S.I.K., M.M., melalui Kasi Humas Ipda Baiq Fitriya Ningsih menjelaskan bahwa kegiatan Binrohtal ini merupakan agenda rutin sebagai wadah pembinaan mental dan spiritual bagi seluruh personel.

“Pada pukul 08.30 Wita, personel Polres Bima Kota yang beragama Islam mulai memasuki Masjid Jabal Qubis untuk mengikuti kegiatan Binrohtal yang dipimpin oleh Kasi Hukum Polres Bima Kota IPTU Bambang, S.H., bersama para perwira, personel, dan ASN Polres Bima Kota,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan Binrohtal dipandu oleh Aiptu Asnawi yang memberikan tausiah keagamaan serta motivasi kepada seluruh peserta agar senantiasa meningkatkan keimanan, ketakwaan, dan integritas dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh personel Polres Bima Kota dapat memiliki mental dan karakter yang kuat, sehingga mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta menjaga situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah hukum Polres Bima Kota.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…