Berita

Polres Dompu Lakukan Olah TKP Kebakaran Rumah di Lingkungan Renda, Tidak Ada Korban Jiwa

×

Polres Dompu Lakukan Olah TKP Kebakaran Rumah di Lingkungan Renda, Tidak Ada Korban Jiwa

Share this article

Personel Identifikasi Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Dompu mendatangi dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) kebakaran rumah milik warga di Lingkungan Renda, Kelurahan Simpasai, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu, pada Senin (13/04/2026) sekitar pukul 11.30 WITA.

Rumah yang terbakar diketahui milik Syahrir (34), warga setempat. Berdasarkan hasil olah TKP awal, kebakaran tersebut menghanguskan 1 (satu) unit rumah, namun tidak menimbulkan korban jiwa. Sementara itu, kerugian materiil masih dalam proses pendataan lebih lanjut.

Dalam kegiatan tersebut, anggota Identifikasi Polres Dompu melakukan sejumlah tindakan, di antaranya memasang garis polisi (police line) di sekitar lokasi, melakukan dokumentasi dan pemotretan secara menyeluruh, serta mengamankan barang bukti berupa 1 (satu) jirigen berisi bensin dan sisa abu kebakaran.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal di lokasi, kebakaran diduga bermula saat istri pemilik rumah membakar sampah di samping rumah dengan jarak sekitar 5 meter. Tak lama kemudian, saat menuangkan bensin dari jirigen ke pertamini milik keluarga, api diduga menyambar uap bensin sehingga memicu kobaran api yang cepat membesar dan menjalar ke bangunan rumah.

Kasat Reskrim Polres Dompu, AKP Masdidin, S.H menyampaikan bahwa kegiatan olah TKP merupakan langkah awal dalam mengungkap penyebab pasti suatu peristiwa.

“Kami telah menurunkan tim identifikasi untuk melakukan olah TKP secara menyeluruh guna memastikan penyebab kebakaran. Langkah-langkah yang dilakukan ini penting sebagai dasar dalam proses penyelidikan lebih lanjut agar peristiwa dapat ditangani secara tepat dan profesional,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolres Dompu AKBP Sodikin Fahrojin Nur, S.I.K melalui Kasi Humas Polres Dompu IPTU I Nyoman Suardika memberikan tanggapan bahwa kegiatan identifikasi di lokasi kejadian sangat penting dilakukan.

“Olah TKP oleh anggota merupakan langkah yang wajib dilakukan guna mengetahui secara pasti penyebab terjadinya suatu peristiwa. Dengan proses identifikasi yang cepat dan tepat, diharapkan dapat memberikan kejelasan serta mencegah munculnya spekulasi di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam beraktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran, terutama saat menggunakan bahan bakar yang mudah terbakar.

Polres Dompu akan terus melakukan pendalaman guna memastikan penyebab kejadian serta memberikan edukasi kepada masyarakat demi mencegah kejadian serupa di kemudian hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…