Berita

Bhabinkamtibmas Desa Kempo Pantau dan Bantu Proses Penjemuran Jagung, Wujud Dukungan Ketahanan Pangan Nasional

×

Bhabinkamtibmas Desa Kempo Pantau dan Bantu Proses Penjemuran Jagung, Wujud Dukungan Ketahanan Pangan Nasional

Share this article

Dalam rangka mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional menuju Indonesia Emas 2045, Bhabinkamtibmas (BKTM) Desa Kempo, Polsek Kempo, AIPDA Ibrahim melaksanakan kegiatan pemantauan hasil panen jagung sekaligus membantu proses penjemuran milik warga binaannya di Dusun Padamara, Desa Kempo, Kecamatan Kempo, Kabupaten Dompu, Senin (13/04/2026) pukul 12.40 WITA hingga selesai.

Kegiatan tersebut dilakukan pada lahan milik Zulkarnain (45) dengan luas 1 hektare. Jagung varietas hibrida merk Pioneer 27 tersebut telah memasuki usia tanam 110 hari dan telah dipanen dengan estimasi hasil panen mencapai ±7 hingga 8 ton.

Dalam kegiatan tersebut, AIPDA Ibrahim turut membantu langsung proses penjemuran jagung bersama petani sebagai bentuk kepedulian dan kedekatan Polri dengan masyarakat.

Selain itu, Bhabinkamtibmas juga menyampaikan imbauan serta motivasi kepada petani agar terus meningkatkan produktivitas dan berinovasi dalam pemanfaatan lahan pertanian.

“Kami mengajak para petani untuk terus berinovasi dalam mengelola lahan, memanfaatkan teknologi maupun pola tanam yang lebih efektif agar hasil yang diperoleh semakin maksimal. Ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama demi kesejahteraan masyarakat,” ujar AIPDA Ibrahim.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga kualitas hasil panen serta memperkuat kerja sama antar petani guna mendukung stabilitas ekonomi di sektor pertanian.

Kapolsek Kempo, IPTU Agustamin, S.H menyampaikan bahwa kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat merupakan bentuk nyata peran Polri dalam mendukung program pemerintah.

“Kami terus mendorong anggota, khususnya Bhabinkamtibmas, untuk aktif melakukan pendampingan kepada masyarakat, tidak hanya dalam menjaga kamtibmas tetapi juga dalam mendukung sektor pertanian sebagai pilar utama ketahanan pangan,” ungkap Kapolsek Kempo.

Sementara itu, Kapolres Dompu AKBP Sodikin Fahrojin Nur, S.I.K melalui Kasi Humas Polres Dompu IPTU I Nyoman Suardika menyampaikan bahwa Polres Dompu berkomitmen mendukung penuh program ketahanan pangan nasional.

“Polri hadir tidak hanya sebagai pelindung dan pengayom masyarakat, tetapi juga sebagai penggerak dalam mendukung program strategis nasional, termasuk ketahanan pangan.,” jelasnya.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat meningkatkan semangat para petani dalam mengelola lahan secara optimal serta memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…