Berita

Lahan Sempit Jadi Cuan, Warga Desa Bengkel Sulap Pekarangan Jadi Kebun Hidroponik Produktif

×

Lahan Sempit Jadi Cuan, Warga Desa Bengkel Sulap Pekarangan Jadi Kebun Hidroponik Produktif

Share this article
Lahan Sempit Jadi Cuan, Warga Desa Bengkel Sulap Pekarangan Jadi Kebun Hidroponik Produktif
Lahan Sempit Jadi Cuan, Warga Desa Bengkel Sulap Pekarangan Jadi Kebun Hidroponik Produktif

Lombok Barat, NTB – Pemanfaatan lahan sempit di area pemukiman kini menjadi tren positif yang memberikan dampak nyata bagi ekonomi keluarga. Di Desa Bengkel, Kabupaten Lombok Barat, inovasi warga dalam mengelola pekarangan rumah menjadi area pertanian modern mendapat perhatian serius dari jajaran kepolisian. Langkah ini dinilai sebagai terobosan konkret dalam memperkuat ketahanan pangan di tingkat rumah tangga.

Pada Sabtu, 28 Maret 2026, personel Bhabinkamtibmas Desa Bengkel melaksanakan kegiatan sambang produktif untuk meninjau langsung progres pemanfaatan lahan tersebut. Kehadiran petugas di tengah masyarakat bukan sekadar kunjungan rutin, melainkan bentuk dukungan moril dan pendampingan bagi warga yang telah berhasil menyulap lahan kosong menjadi sumber pangan bergizi.

Inovasi Hidroponik di Lahan Terbatas

Dalam kunjungan tersebut, fakta visual di lapangan menunjukkan keberhasilan warga dalam menerapkan sistem pertanian hidroponik. Di atas rak-rak penyangga besi yang tertata rapi, hamparan tanaman selada hijau tumbuh dengan subur dan sehat. Penggunaan teknologi hidroponik ini membuktikan bahwa keterbatasan lahan bukan menjadi penghalang bagi masyarakat untuk tetap produktif dan menghasilkan komoditas pangan berkualitas tinggi.

Kemandirian pangan yang ditunjukkan oleh warga Desa Bengkel ini menjadi sinyal positif bagi pembangunan desa yang berkelanjutan. Dengan pengelolaan yang tepat, instalasi hidroponik tersebut mampu menyediakan kebutuhan sayuran segar setiap hari tanpa harus bergantung sepenuhnya pada pasokan pasar, yang seringkali fluktuatif dari segi harga maupun ketersediaan.

Sinergi Polri dan Masyarakat dalam Ketahanan Pangan

Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Labuapi, Iptu I Nyoman Rudi Santosa, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif warga tersebut. Pihak kepolisian berkomitmen untuk terus mengawal program-program pemberdayaan masyarakat yang sejalan dengan agenda nasional dalam menciptakan kedaulatan pangan.

“Kami sangat mengapresiasi kemandirian warga di Desa Bengkel yang mampu mengubah lahan kosong menjadi area yang sangat produktif. Apa yang kita lihat hari ini, yakni tanaman selada yang tumbuh subur melalui sistem hidroponik, adalah bukti nyata bahwa kreativitas masyarakat bisa menjawab tantangan kebutuhan pangan keluarga secara mandiri,” ujar Iptu I Nyoman Rudi Santosa dalam keterangannya.

Lebih lanjut, Iptu I Nyoman Rudi Santosa menekankan bahwa peran Bhabinkamtibmas sangat krusial sebagai penggerak di lapangan. Melalui sambang produktif, petugas tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), tetapi juga berfungsi sebagai motivator bagi warga lainnya untuk mereplikasi keberhasilan ini di lingkungan masing-masing.

Diversifikasi Tanaman untuk Kesejahteraan Ekonomi

Selain memantau tanaman selada, petugas Bhabinkamtibmas juga memberikan edukasi mengenai pentingnya diversifikasi atau variasi tanaman. Warga didorong untuk mulai mencoba menanam komoditas lain yang memiliki nilai ekonomis tinggi namun mudah dirawat di pekarangan, seperti cabai dan tomat. Diversifikasi ini diharapkan dapat memperkuat struktur ketahanan pangan nasional yang dimulai dari unit terkecil, yaitu keluarga.

Langkah edukatif ini dilakukan agar masyarakat tidak hanya terpaku pada satu jenis tanaman saja. Dengan adanya variasi tanaman, kebutuhan nutrisi keluarga menjadi lebih beragam dan seimbang. Selain itu, jika hasil panen melebihi kebutuhan konsumsi pribadi, warga memiliki peluang untuk memasarkan hasil kebunnya sebagai pendapatan tambahan bagi keluarga.

Mewujudkan Desa Mandiri dan Sejahtera

Kegiatan kunjungan dan pendampingan yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban ini diharapkan menjadi pemicu semangat bagi seluruh warga Desa Bengkel. Sinergi antara Polri dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mensukseskan program pekarangan bergizi. Jika setiap rumah tangga mampu mengoptimalkan potensi lahannya, maka ketahanan pangan di tingkat desa akan terbentuk dengan sendirinya.

Polsek Labuapi memastikan bahwa pendampingan seperti ini akan terus berlanjut secara berkesinambungan. Upaya ini merupakan bagian dari pengabdian Polri untuk hadir di tengah masyarakat, memberikan solusi, dan bersama-sama mewujudkan kesejahteraan ekonomi melalui pemanfaatan potensi lokal yang ada. Dengan semangat gotong royong, kemandirian pangan bukan lagi sekadar slogan, melainkan realitas yang dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Polsek Pekat Amankan Terduga Penyalahgunaan Narkotika, Sabu Bruto 0,97 Gram Diserahkan ke Satresnarkoba Dompu, NTB — Anggota Polsek Pekat mengamankan seorang laki-laki berinisial MY (35), warga Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu, yang diduga terlibat dalam tindak pidana penyalahgunaan narkotika. Dari hasil penggeledahan di sebuah rumah di Desa Soritatanga, Kecamatan Pekat, petugas menemukan barang bukti yang diduga narkotika jenis sabu dengan berat bruto 0,97 gram. Pengungkapan tersebut berawal dari adanya laporan pengaduan masyarakat terkait dugaan pencurian dua ekor sapi pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 23.00 Wita. Menindaklanjuti informasi tersebut, anggota Polsek Pekat melakukan penyelidikan hingga menemukan dua ekor sapi yang diduga berkaitan dengan laporan tersebut di rumah seorang pembeli sapi di wilayah Kecamatan Pekat. Selanjutnya, pada Senin (14/9/2026) sekitar pukul 03.00 Wita, anggota Polsek Pekat melakukan penindakan terhadap terduga MY di wilayah Desa Soritatanga. Dalam rangkaian penggeledahan yang disaksikan saksi masyarakat, petugas menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika. Barang bukti yang diamankan antara lain tiga klip berisi kristal bening yang diduga narkotika jenis sabu, plastik klip, satu bong lengkap sebagai alat hisap, serta sebuah tas/dompet yang berisi gunting, korek api dan klip kosong bekas pakai. Setelah dilakukan pemeriksaan awal, narkotika jenis sabu tersebut memiliki berat bruto 0,97 gram. Selain itu, dari rangkaian penanganan perkara awal, petugas juga mengamankan tiga orang yang diduga berkaitan dengan perkara dugaan penadahan/pencurian ternak untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Pada Senin (14/9/2026) sekitar pukul 16.00 Wita, anggota Polsek Pekat kemudian menyerahkan terduga beserta barang bukti dugaan narkotika kepada Penyidik Satresnarkoba Polres Dompu di ruang Satresnarkoba Polres Dompu untuk dilakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut. Kasatresnarkoba Polres Dompu IPTU RAHMADUN SISWADI, S.H., membenarkan adanya penyerahan tersebut. Ia menjelaskan bahwa setelah menerima terduga dan barang bukti dari Polsek Pekat, pihaknya langsung melakukan langkah-langkah penyelidikan dan penyidikan sesuai prosedur hukum. “Setelah menerima penyerahan dari Polsek Pekat, Satresnarkoba Polres Dompu melakukan pemeriksaan awal terhadap terduga dan barang bukti yang diserahkan. Selanjutnya kami akan mendalami asal-usul narkotika, keterlibatan pihak lain serta melakukan serangkaian tindakan penyidikan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar IPTU Rahmadun. Menurutnya, penyidik juga akan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, menginterogasi terduga, melakukan penyelidikan terhadap sumber narkotika, serta melaksanakan gelar perkara sebagai bagian dari proses penentuan langkah hukum selanjutnya. “Penyidik akan bekerja secara profesional dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh. Setiap perkembangan akan kami tindak lanjuti sesuai prosedur, termasuk pemeriksaan saksi, penyusunan laporan polisi, pemberkasan dan koordinasi dengan pihak terkait,” tegasnya. Terhadap terduga, penyidik mendalami dugaan tindak pidana memiliki, menguasai atau menyimpan narkotika, dengan penerapan pasal yang akan ditentukan berdasarkan hasil penyidikan dan alat bukti yang diperoleh. Sementara itu, Tanggapan Kapolres Dompu AKBP Sodikin Fahrojin Nur, S.I.K. melalui Kasi Humas Polres Dompu IPTU I Nyoman Suardika, menyampaikan apresiasi terhadap respons cepat anggota Polsek Pekat dalam menindaklanjuti laporan masyarakat hingga menemukan adanya dugaan tindak pidana narkotika. “Polres Dompu berkomitmen untuk terus memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkotika di wilayah hukum Polres Dompu. Setiap informasi dari masyarakat akan kami tindak lanjuti dan apabila ditemukan adanya tindak pidana, akan diproses sesuai hukum yang berlaku,” jelas IPTU I Nyoman Suardika. Ia menambahkan bahwa sinergi antara masyarakat, Polsek jajaran dan Satresnarkoba sangat penting dalam mengungkap peredaran narkotika. “Polres Dompu mengajak masyarakat untuk tidak ragu memberikan informasi apabila mengetahui adanya aktivitas yang berkaitan dengan peredaran maupun penyalahgunaan narkotika. Identitas pelapor akan ditangani sesuai ketentuan dan setiap laporan akan ditindaklanjuti secara profesional,” pungkasnya. Saat ini, Satresnarkoba Polres Dompu masih melakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut untuk mengungkap sumber narkotika serta kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat. Seluruh rangkaian kegiatan penangkapan, penggeledahan hingga penyerahan terduga dan barang bukti berlangsung dalam keadaan aman dan lancar. Demikian Rilisan Resmi Humas Polres Dompu
Berita

Anggota Polsek Pekat mengamankan seorang laki-laki berinisial MY…