Lombok Barat, NTB – Ketahanan pangan nasional kini menjadi fokus utama yang memerlukan kolaborasi lintas sektor, termasuk peran aktif aparat kepolisian di tingkat akar rumput. Di tengah upaya memperkuat kedaulatan pangan, langkah nyata ditunjukkan oleh jajaran Polsek Labuapi melalui aksi pendampingan masyarakat. Upaya ini bukan sekadar tugas rutin, melainkan bentuk pengabdian untuk memastikan setiap jengkal tanah di wilayah perdesaan memberikan manfaat ekonomi dan pemenuhan gizi bagi warga.
Pada Rabu (11/3), atmosfer produktivitas menyelimuti Desa Bengkel, Kabupaten Lombok Barat. Personel Bhabinkamtibmas setempat melakukan kunjungan dialogis yang intensif kepada warga binaan yang telah berhasil mengelola lahan pekarangan mereka. Kegiatan ini menjadi potret harmonis antara penegak hukum dan masyarakat dalam menyukseskan program strategis pemerintah pusat terkait swasembada pangan melalui pemanfaatan lahan secara optimal.
Komitmen Polsek Labuapi dalam Penguatan Pangan Lokal
Langkah proaktif yang dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Desa Bengkel ini merupakan pengejawantahan dari instruksi pimpinan Polri untuk hadir sebagai penggerak ekonomi kerakyatan. Kehadiran petugas di tengah perkebunan warga bertujuan untuk memberikan apresiasi sekaligus motivasi teknis agar semangat bertani di lingkungan rumah tetap terjaga. Hal ini dianggap krusial mengingat tantangan fluktuasi harga pangan yang sering kali membebani rumah tangga.
Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Labuapi, Iptu I Nyoman Rudi Santosa, menegaskan bahwa peran Polri saat ini telah bertransformasi untuk lebih menyentuh aspek kesejahteraan dasar masyarakat. Menurutnya, ketahanan pangan adalah fondasi utama dari stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
“Kami terus mendorong personel Bhabinkamtibmas untuk menjadi motor penggerak di desa. Kehadiran mereka di tengah lahan produktif warga adalah bukti bahwa Polri mendukung penuh kedaulatan pangan. Kami ingin masyarakat tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga produsen bagi kebutuhan dapur mereka sendiri,” ujar Iptu I Nyoman Rudi Santosa dalam keterangannya.
Peninjauan Lapangan dan Pendampingan Teknis Hortikultura
Berdasarkan pantauan di lokasi, kegiatan sambang desa kali ini berlangsung cukup dinamis. Petugas Bhabinkamtibmas meninjau langsung berbagai titik lahan yang sebelumnya merupakan lahan tidur namun kini telah disulap menjadi area hijau yang subur. Salah satu fokus peninjauan adalah area perkebunan jagung yang pertumbuhannya menunjukkan hasil signifikan. Petugas nampak berdialog akrab dengan para petani, memberikan arahan mengenai pola tanam yang efisien.
Selain jagung, perhatian juga tertuju pada budidaya tanaman hortikultura, khususnya cabai. Warga di Desa Bengkel terpantau mulai menerapkan sistem mulsa plastik dalam penanaman cabai. Penggunaan teknologi sederhana ini dinilai efektif untuk menjaga kelembapan tanah, menekan pertumbuhan gulma, dan meminimalisir penggunaan pestisida kimia. Pendampingan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hasil panen sehingga memiliki nilai jual yang lebih kompetitif di pasar lokal.
Tidak hanya memberikan edukasi secara lisan, dalam kesempatan tersebut personel Polri juga menyerahkan bantuan nyata berupa paket benih jagung unggul kepada warga. Bantuan ini dimaksudkan sebagai stimulus agar masyarakat semakin bersemangat memperluas cakupan tanam mereka, terutama pada lahan-lahan kosong yang selama ini belum tergarap dengan maksimal.
Mewujudkan Konsep Pekarangan Bergizi bagi Keluarga
Pihak kepolisian memberikan apresiasi tinggi kepada warga Desa Bengkel yang telah memiliki kesadaran tinggi dalam mengubah lahan di sekitar rumah menjadi “pekarangan bergizi”. Istilah ini merujuk pada pemanfaatan lahan sempit untuk menanam berbagai jenis komoditas seperti tomat, cabai, sayur-mayur, hingga tanaman palawija lainnya. Dengan keberagaman jenis tanaman, kebutuhan gizi keluarga dapat terpenuhi secara mandiri tanpa harus bergantung sepenuhnya pada pasokan pasar.
Iptu I Nyoman Rudi Santosa menambahkan bahwa pengelolaan lahan yang maksimal di tingkat desa akan menciptakan kemandirian ekonomi. Jika setiap rumah tangga mampu memproduksi kebutuhan pangannya sendiri, maka ketahanan pangan nasional secara otomatis akan semakin kokoh dari tingkat bawah. Pola ini juga dianggap sebagai langkah preventif dalam menghadapi ancaman krisis pangan global yang kerap menjadi isu hangat di tingkat internasional.
Interaksi humanis yang terjalin selama kegiatan ini diharapkan terus berlanjut secara konsisten. Bhabinkamtibmas Desa Bengkel berkomitmen untuk terus memantau perkembangan lahan produktif tersebut hingga masa panen tiba. Melalui sinergi yang kuat antara Polri dan petani, diharapkan seluruh potensi sumber daya alam di wilayah Lombok Barat dapat terkelola secara berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat yang lebih baik.












