Berita

Polsek Taliwang Amankan Jalannya Turnamen Sepak Bola Kades Cup III di Desa Sermong

×

Polsek Taliwang Amankan Jalannya Turnamen Sepak Bola Kades Cup III di Desa Sermong

Share this article

Sumbawa Barat, 29 Oktober 2025 — Personel Polsek Taliwang melaksanakan pengamanan ketat pada gelaran Turnamen Sepak Bola Kades Cup III yang berlangsung di Lapangan Desa Sermong, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat.

Kegiatan olahraga yang diikuti oleh puluhan tim dari berbagai desa ini menjadi ajang bergengsi yang dinantikan masyarakat setempat. Guna memastikan jalannya turnamen berlangsung aman dan kondusif, Kapolsek Taliwang menurunkan sejumlah personel untuk melakukan pengamanan di lokasi pertandingan, mulai dari pengaturan arus lalu lintas, penjagaan area sekitar lapangan, hingga pengawasan terhadap penonton.

“Turnamen ini merupakan kegiatan positif yang sangat didukung oleh kepolisian. Kami hadir untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat yang datang menonton maupun para pemain yang bertanding,” ujar Kasi Humas Polres Sumbawa Barat, IPTU Ardiyatmaja

Ardiyatmaja menambahkan, pengamanan tersebut tidak hanya bertujuan menjaga ketertiban, tetapi juga mempererat sinergi antara Polri dan masyarakat dalam mendukung kegiatan olahraga desa. “Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus berjalan dengan tertib, aman, dan penuh semangat sportivitas,” ujarnya.

Selain pengamanan terbuka, personel Polsek Taliwang juga melakukan patroli dialogis di sekitar lokasi kegiatan untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas. Warga yang hadir tampak antusias menyaksikan pertandingan dan memberikan dukungan kepada tim kebanggaan mereka masing-masing.

Dengan pengamanan yang maksimal, pelaksanaan Kades Cup III Desa Sermong berjalan lancar dan kondusif tanpa adanya insiden berarti. Turnamen ini diharapkan mampu menjadi ajang mempererat persaudaraan antarwarga serta menumbuhkan semangat sportivitas di tengah masyarakat Sumbawa Barat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…