Berita

Polda NTB Gelar Tactical Wall Game, Wakapolda Tekankan Profesionalisme Pengamanan Unjuk Rasa

×

Polda NTB Gelar Tactical Wall Game, Wakapolda Tekankan Profesionalisme Pengamanan Unjuk Rasa

Share this article

 

Mataram, NTB – Dalam rangka mempersiapkan pengamanan unjuk rasa menyambut satu tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Polda NTB menggelar Tactical Wall Game (TWG) di Gedung Sasana Dharma Polda NTB, Sabtu (18/10/2025).

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wakapolda NTB Brigjen Pol. Hari Nugroho, SIK., sekaligus memberikan pengarahan kepada seluruh peserta. Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat utama Polda NTB, di antaranya Karo Ops, Dir Intelkam, Dir Samapta, Dansat Brimob, serta seluruh Kabag Ops, Kasat Intel, dan Kasat Samapta Polres jajaran Polda NTB.

Dalam arahannya, Wakapolda menekankan pentingnya simulasi pengamanan unjuk rasa, mengingat massa yang turun ke jalan biasanya dalam jumlah besar dan berpotensi menimbulkan kerawanan.

“Simulasi ini penting sekali kita laksanakan untuk menentukan kesiapan langkah-langkah pengamanan sesuai situasi di lapangan,” tegasnya.

Ia menambahkan, latihan ini bukan sekadar formalitas, melainkan penentu pola dan cara bertindak personel dalam menghadapi dinamika unjuk rasa. Karena itu, seluruh peserta diminta serius dan benar-benar menguasai materi agar tidak terjadi kesalahan saat bertugas.

“Intinya, seluruh personel yang terlibat dalam pengamanan unjuk rasa harus bekerja dengan sungguh-sungguh, profesional, penuh tanggung jawab, serta berpedoman pada SOP pengamanan unjuk rasa. Sekecil apapun kesalahan harus dihindari,” tandasnya.

Kegiatan TWG ini diharapkan mampu meningkatkan kesiapan Polda NTB dan jajaran dalam menjaga stabilitas keamanan serta memastikan setiap aksi unjuk rasa dapat berlangsung dengan tertib, aman, dan kondusif.(*)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…