Berita

Patroli Dialogis Polsek Taliwang, Wujud Kehadiran Polri dalam Menjaga Kamtibmas

×

Patroli Dialogis Polsek Taliwang, Wujud Kehadiran Polri dalam Menjaga Kamtibmas

Share this article

Taliwang – Dalam upaya mendukung Program Presisi Kapolri, khususnya terkait penguatan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas), Regu III Piket Polsek Taliwang melaksanakan kegiatan patroli dialogis pada Sabtu malam, 18 Oktober 2025, mulai pukul 23.30 Wita hingga selesai.

Patroli yang dilaksanakan oleh 4 personel ini menyasar wilayah Kelurahan Menala, Kecamatan Taliwang, dengan tujuan menciptakan rasa aman dan meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga situasi kamtibmas yang kondusif.

Selama pelaksanaan patroli, personel Polsek Taliwang menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar bersama-sama menjaga kamtibmas tetap kondusif, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi aksi kejahatan di lingkungan sekitar, serta tidak mudah percaya terhadap tawaran dari PJTKI ilegal guna menghindari risiko Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Selain itu, warga juga diajak untuk berkoordinasi dengan pihak kepolisian atau Bhabinkamtibmas setempat apabila menemukan hal-hal yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas.

Kehadiran Polri di tengah masyarakat juga ditegaskan sebagai bentuk pelayanan dan perlindungan demi terwujudnya rasa aman, damai, dan tentram di lingkungan mereka.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Polsek Taliwang dalam membangun kedekatan dan sinergi dengan masyarakat sebagai mitra kamtibmas. Dengan patroli dialogis seperti ini, diharapkan kehadiran Polri dapat lebih dirasakan manfaatnya secara langsung oleh warga, serta memperkuat rasa aman dan nyaman di lingkungan sekitar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…