Berita

“Licik”Sembunyikan 5,39 Garam BB di Dalam Senter Terduga Pengedar Narkoba Jenis Shabu Asal Desa Ndano ini Diborgol Satresnarkoba Polres Bima

×

“Licik”Sembunyikan 5,39 Garam BB di Dalam Senter Terduga Pengedar Narkoba Jenis Shabu Asal Desa Ndano ini Diborgol Satresnarkoba Polres Bima

Share this article

 

Pria berinisial AB (39) warga Desa Ndano Kecamatan Madapangga Kabupaten Bima diringkus Satresnarkoba Polres Bima Polda NTB pada Rabu 15 Oktober 2025 pukul 23.30. Wita.

AB diamankan bersama barang bukti narkoba jenis Shabu seberat brutto 5,39 (lima koma tiga sembilan) gram siap edar dan sejumlah barang bukti lainnya yang berkaitan dengan tindak pidana Narkotika.

Penangkapan terduga pelaku pengedar narkoba jenis Shabu tersebut dibenarkan oleh Kapolres Bima AKBP Eko Sutomo S.I.K.M.I.K., melalui Kasatreskoba Polres Bima Iptu Fardiansyah SH.

Lebih lanjut Kasat Resnarkoba menjelaskan, penangkapan terduga pelaku tersebut berawal dari informasi masyarakat yang menyebut adanya peredaran gelap narkoba yang dilakukan oleh terduga pelaku yang meresahkan masyarakat.

“Begitu informasinya masuk kami langsung bergerak menuju TKP sesuai informasi yang diterima”. Jelasnya.

Lanjutnya, tiba di TKP tim Opsnal yang dipimpin oleh KBO Satreskoba Aiptu Arif Rahman melihat terduga pelaku dan dua orang lainya sedang duduk di depan Pustu Desa Timu Kecamatan Bolo.

Setelah melakukan observasi tim langsung melakukan tindakan hukum dengan menggerebek dan mengamankan serta menggeledah badan ketiganya maupun area sekitar TKP.

Hasilnya petugas berhasil mengamankan 5 Pocket yang diduga narkoba jenis sabu yang disembunyikan oleh terduga pelaku didalam senter untuk mengelabuhi petugas.

Dihadapan petugas Saudara AB mengkui bahwa BB tersebut miliknya yang didapatkan dari seseorang yang Warga Kecamatan Sape Kabupaten Bima. Sedangkan 2 orang yang berada di TKP tidak mengetahui bahwa terduga pelaku membawa atau menguasai barang haram itu.

Menindaklanjuti keterangan terduga pelaku tim Opsnal bergerak menuju Kecamatan Sape namun terduga pelaku tidak mengetahui persis alamat pemasok narkoba jenis sabu tersebut.

“Saudara AB tidak mengetahui pasti alamat dan nama pemasoknya karena transaksi dilakukan di pinggir jalan sekitar terminal Sape”.Kasa Itu Fardiansyah SH.

Kendati demikian Kasat menegaskan pihaknya akan terus melakukan pendalaman sejauh mana keterlibatan terduga pelaku dalam jaringan peredaran gelap narkoba.

“Kami akan terus mendalami dan mengusut tuntas kasus tersebut”. Tegasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…