Berita

Polres Sumbawa Barat Bersama Instansi Terkait Amankan Jalannya Kegiatan Karnaval

×

Polres Sumbawa Barat Bersama Instansi Terkait Amankan Jalannya Kegiatan Karnaval

Share this article

Sumbawa Barat, NTB — Personel Polres Sumbawa Barat bersama tni, Dinas Perhubungan, dan Satpol PP melaksanakan kegiatan pengamanan Karnaval dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Kabupaten Sumbawa Barat ke-22, yang dilaksanakan di Kompleks Kemutar Telu Center (KTC), Kecamatan Taliwang. Senin, 13 Oktober 2025.

Kegiatan karnaval tersebut diikuti oleh ratusan peserta dari masing masing perwakilan kecamatan, pelajar, dan masyarakat umum. Jalannya acara berlangsung meriah dan penuh semangat kebersamaan.

Pengamanan dilakukan secara terpadu dengan menempatkan personel di sepanjang rute karnaval serta pada titik-titik strategis guna memastikan keamanan dan kelancaran arus lalu lintas.

Kapolres Sumbawa Barat AKBP Zulkarnain, S.I.K., melalui Kasi Humas IPTU Ardiyatmaja, mengatakan bahwa pengamanan ini merupakan wujud sinergi Polri bersama instansi terkait dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat.

“Kami menurunkan personel gabungan untuk memastikan jalannya kegiatan karnaval berjalan aman, tertib, dan lancar. Kehadiran Polri di tengah masyarakat adalah bentuk nyata pengayoman, perlindungan, dan pelayanan demi terciptanya situasi Kamtibmas yang kondusif,” ujarnya.

Selain pengamanan di jalur utama, personel juga melakukan pengaturan lalu lintas di titik-titik rawan kemacetan serta memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap tertib dan tidak mengganggu jalannya parade.

Berkat pengamanan yang maksimal dan koordinasi yang baik antara Polres Sumbawa Barat dan instansi terkait, kegiatan karnaval berjalan sukses tanpa adanya gangguan keamanan.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang turut membantu kelancaran kegiatan ini. Sinergitas antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat akan terus kami jaga demi keamanan bersama,” tutup kasi Humas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…