Berita

Bhabinkamtibmas Desa Mertak Jalin Silaturahmi dan Beri Himbauan Kamtibmas kepada Warga

×

Bhabinkamtibmas Desa Mertak Jalin Silaturahmi dan Beri Himbauan Kamtibmas kepada Warga

Share this article

Lombok Tengah – Bhabinkamtibmas Desa Mertak, Aipda Akhmad Gunarta, anggota Polsek Kawasan Mandalika Polres Lombok Tengah, Polda NTB, melaksanakan kegiatan silaturahmi dan himbauan kamtibmas kepada warga binaannya di Dusun Songgong, Desa Persiapan Nandus, wilayah Desa Mertak, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, pada Selasa (14/10/2025) sekitar pukul 09.30 Wita hingga selesai.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk mempererat hubungan antara aparat kepolisian dengan masyarakat serta meningkatkan kesadaran warga dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan desa.

Dalam kesempatan itu, Aipda Akhmad Gunarta menyampaikan sejumlah pesan kamtibmas penting kepada masyarakat, antara lain:

  • Mengajak warga untuk terus menjaga keamanan dan ketertiban di wilayahnya agar situasi desa tetap kondusif.

  • Mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh isu atau informasi yang beredar di media sosial yang dapat merugikan diri sendiri maupun mengganggu stabilitas perekonomian di Lombok Tengah.

  • Mendorong masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan rumah dengan menanam sayuran bergizi guna mendukung ketahanan pangan keluarga.

  • Mengingatkan agar masyarakat tidak membersihkan lahan pertanian dengan cara membakar karena dapat menimbulkan kebakaran dan pencemaran lingkungan.

Melalui kegiatan ini, Bhabinkamtibmas Desa Mertak berharap dapat terus menjalin komunikasi yang baik dengan masyarakat serta menumbuhkan rasa kepercayaan terhadap Polri.

“Kami akan terus hadir di tengah masyarakat untuk memberikan pelayanan, perlindungan, serta pembinaan agar situasi kamtibmas tetap aman dan terkendali,” ujar Aipda Akhmad Gunarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…