Berita

Polri Hadir untuk Rakyat: Gerakan Pangan Murah Polres Dompu Disambut Antusias Masyarakat

×

Polri Hadir untuk Rakyat: Gerakan Pangan Murah Polres Dompu Disambut Antusias Masyarakat

Share this article

Dalam upaya menjaga stabilitas harga serta memastikan ketersediaan bahan pangan bagi masyarakat, Polres Dompu kembali melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) Polri pada Senin, 14 Oktober 2025, bertempat di Lapangan Bola Kelurahan Karijawa, Kecamatan Dompu.

Kegiatan dimulai pukul 09.00 Wita dengan melibatkan personel Sat Binmas Polres Dompu yang dipimpin oleh Kasat Binmas AKP Makrus, S.Sos, serta Bhabinkamtibmas Kelurahan Karijawa BRIPKA Muazin mewakili Polsek Dompu.

Adapun komoditas yang disediakan dalam GPM kali ini berupa beras SPHP kemasan 5 Kg dengan harga Rp 58.000,-, jauh di bawah harga pasaran. Sejak pagi, personel telah menyiapkan logistik dan langsung melayani masyarakat sekitar lokasi maupun pengguna jalan yang melintas di Jalan Sultan Hasanuddin.

Selain penjualan langsung, petugas juga melakukan sosialisasi door to door ke rumah warga Karijawa untuk memastikan informasi program ini tersebar merata.

Hingga kegiatan berakhir pukul 11.30 Wita, tercatat 360 sak beras atau setara 1,8 ton berhasil disalurkan kepada masyarakat. Seluruh rangkaian berlangsung aman dan kondusif.

Kasat Binmas Polres Dompu AKP Makrus, S.Sos menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian Polri terhadap kesejahteraan masyarakat.

> “Gerakan Pangan Murah ini kami laksanakan secara rutin untuk membantu masyarakat mendapatkan akses pangan dengan harga terjangkau sekaligus mendukung program pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan,” ujarnya.

 

Sementara itu, Kapolres Dompu AKBP Sodikin Fahrojin,S.I.K., melalui Kasi Humas IPTU I Nyoman Suardika menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan monitoring agar program ini tepat sasaran.

> “Kami mengimbau masyarakat agar membeli sesuai kebutuhan dan tidak memanfaatkan program ini untuk kepentingan pribadi seperti menjual kembali dengan harga yang lebih tinggi. Polri hadir untuk membantu, bukan untuk dimanfaatkan oknum tertentu,” tegas IPTU Nyoman

Program Gerakan Pangan Murah Polres Dompu direncanakan berlangsung secara berkala hingga Desember 2025. Melalui kegiatan ini, Polri berharap dapat menjaga daya beli masyarakat serta menciptakan stabilitas sosial dan ekonomi di wilayah Kabupaten Dompu.

Polri Presisi, Hadir untuk Negeri – Mengabdi dengan Hati untuk Masyarakat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…