Berita

Indahnya Gotong Royong: Bhabinkamtibmas Desa Ai Kangkung Bersama Warga Lakukan Kerja Bakti di Pustu Balai Desa

×

Indahnya Gotong Royong: Bhabinkamtibmas Desa Ai Kangkung Bersama Warga Lakukan Kerja Bakti di Pustu Balai Desa

Share this article

Sekongkang, Sumbawa Barat – Semangat kebersamaan dan gotong royong kembali ditunjukkan oleh masyarakat Desa Ai Kangkung, Kecamatan Sekongkang, Kabupaten Sumbawa Barat. Dipimpin oleh Bhabinkamtibmas Desa Ai Kangkung, Brigadir Andreas Ngilawora, warga bersama-sama melaksanakan kegiatan kerja bakti di area Puskesmas Pembantu (Pustu) Balai Desa Ai Kangkung, pada hari Jum’at, 19/09/25.

Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga kebersihan lingkungan serta mempererat tali silaturahmi antara masyarakat dan aparat kepolisian, khususnya Bhabinkamtibmas sebagai garda terdepan Polri di tengah masyarakat.

Brigadir Andreas Ngilawora menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman. “Kami ingin terus hadir di tengah masyarakat, bukan hanya dalam tugas keamanan, tetapi juga dalam kegiatan sosial seperti ini,” ujarnya di sela-sela kegiatan.

Menurut Kasi Humas Polres Sumbawa Barat, Iptu Ardiyatmaja, kegiatan ini merupakan salah satu implementasi dari program kepolisian yang humanis dan berorientasi pada pelayanan masyarakat. “Kami sangat mengapresiasi inisiatif Brigadir Andreas yang telah menggerakkan masyarakat untuk bergotong royong. Ini adalah wujud nyata bahwa polisi tidak hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga turut membangun semangat kebersamaan di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Kegiatan gotong royong ini diikuti oleh puluhan warga dari berbagai dusun di Desa Ai Kangkung. Mereka bersama-sama membersihkan halaman dan lingkungan sekitar Pustu, memotong rumput, serta memperbaiki fasilitas yang rusak.

Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan hubungan antara polisi dan masyarakat semakin harmonis, serta dapat menjadi contoh positif bagi desa-desa lainnya di wilayah Kabupaten Sumbawa Barat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…