Berita

Bhabinkamtibmas Desa Adu Polsek Hu’u Laksanakan Sambang dan Bantu Panen Jagung Guna Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional

×

Bhabinkamtibmas Desa Adu Polsek Hu’u Laksanakan Sambang dan Bantu Panen Jagung Guna Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional

Share this article

Dalam rangka mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional menuju Indonesia Emas 2025, Bhabinkamtibmas Desa Adu, Polsek Hu’u Brigadir Wahyudin melaksanakan kegiatan sambang sekaligus membantu warga binaannya dalam proses panen jagung.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Sabtu, 20 September 2025, pukul 10.40 WITA hingga selesai, bertempat di Dusun Woro, Desa Adu, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu. Lahan yang dipanen merupakan milik Sdr. Ibrahim dengan luas sekitar 1 hektare.

Selain memberikan bantuan tenaga dalam kegiatan panen, Brigadir Wahyudin juga menyampaikan motivasi serta semangat kepada para petani sebagai bentuk dukungan moril terhadap keberhasilan program ketahanan pangan masyarakat.

“Kami hadir untuk memberikan semangat kepada para petani serta mendukung langsung upaya mewujudkan ketahanan pangan nasional. Kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antara Polri dengan masyarakat,” ujar Brigadir Wahyudin.

Sementara itu, Kapolsek Hu’u Ipda Samsul Rijal menyampaikan apresiasi atas inisiatif dan peran aktif Bhabinkamtibmas dalam mendukung program strategis pemerintah.

“Kami mendorong seluruh personel Bhabinkamtibmas agar terus aktif hadir di tengah masyarakat, tidak hanya menjaga kamtibmas, tetapi juga mendukung program-program nasional seperti ketahanan pangan. Kegiatan seperti ini akan terus kita tingkatkan demi mewujudkan Indonesia Emas 2025,” jelas Kapolsek Hu’u, Ipda Samsul Rijal.

Melalui kegiatan sambang yang rutin dilaksanakan, Bhabinkamtibmas dapat lebih memahami kondisi, kebutuhan, serta keluhan warga binaan. Hal ini menjadi modal penting bagi Polri dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif.

Polsek Hu’u berkomitmen untuk terus bersinergi dengan masyarakat dalam menjaga keamanan sekaligus mendukung program pembangunan nasional di wilayah hukum Polres Dompu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…