Berita

Polres Sumbawa Amankan Dua Orang Terduga Pengedar Narkoba, Sabu 2,35 Gram Disita

×

Polres Sumbawa Amankan Dua Orang Terduga Pengedar Narkoba, Sabu 2,35 Gram Disita

Share this article

Sumbawa Besar, NTB — Polres Sumbawa berhasil mengungkap kasus peredaran narkoba di wilayah Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, pada Jumat, 19 September 2025. Dua orang terduga pelaku, G (32) dan R (33), ditangkap dalam penggerebekan di sebuah rumah panggung di Jalan Tanjung Menangis 5. Dari tangan keduanya, polisi menyita sejumlah barang bukti, termasuk 2,35 gram sabu.

Kapolres Sumbawa AKBP Marieta Dwi Ardhini, S.H.,S.I.K, setelah dikonfirmasi melalui Kasat Narkoba Iptu Harirustaman, S.H., membenarkan hal tersebut. “Kronologi penangkapan bermula dari laporan masyarakat yang mencurigai adanya aktivitas peredaran narkotika di Kelurahan Brang Biji, untuk menanggapi laporan tersebut, saya langsung memerintahkan tim opsnal untuk melakukan penyelidikan.” ujar Kasat Narkoba.

Setelah mengantongi informasi yang akurat, tim opsnal bergerak cepat. Pada pukul 17.30 WITA, tim melakukan penggerebekan di lokasi yang dicurigai. Saat penggerebekan, G yang sedang berada di depan rumahnya mencoba melarikan diri ke dalam, namun berhasil diamankan. Sementara itu, R ditemukan di dalam salah satu kamar.

Dalam penggeledahan yang disaksikan oleh dua saksi umum, A dan S, polisi menemukan dua poket sabu, alat hisap (bong), korek gas, timbangan digital, dua unit ponsel, dan sejumlah barang bukti lainnya. Saat diinterogasi, G mengaku mendapatkan sabu tersebut dari seorang pria berinisial P.

“Kami tidak akan pernah berhenti memberantas peredaran narkoba di wilayah Sumbawa. Siapapun yang terlibat akan kami tindak tegas sesuai hukum yang berlaku. Kami juga mengimbau kepada masyarakat untuk terus proaktif memberikan informasi jika menemukan hal-hal yang mencurigakan.” tegas Kasat Narkoba.

Saat ini, kedua terduga pelaku telah dibawa ke Mapolres Sumbawa untuk pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga berencana melakukan tes urine dan uji laboratorium terhadap barang bukti untuk melengkapi berkas penyidikan. Kasus ini masih terus dikembangkan untuk memburu pelaku lain yang terlibat, termasuk P yang disebutkan oleh G. (MA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…