Berita

Polsek Rasanae Barat Tindaklanjuti Keributan Akibat Pesta Miras di BTN Rontu

×

Polsek Rasanae Barat Tindaklanjuti Keributan Akibat Pesta Miras di BTN Rontu

Share this article

Kota Bima, NTB (18 September 2025) – Polsek Rasanae Barat Polres Bima Kota bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat terkait adanya keributan yang dilakukan sekelompok pemuda di BTN Rontu, Kelurahan Panggi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima, Rabu (17/9/2025) sekitar pukul 23.45 WITA.

Setibanya di lokasi, personel gabungan menemukan sekelompok pemuda yang ditengarai menjadi sumber keributan. Setelah dilakukan interogasi, diketahui bahwa keributan tersebut dipicu oleh pesta minuman keras (miras) yang dilakukan beberapa pemuda hingga berujung perselisihan.

“Keributan itu bermula dari pesta miras, yang kemudian menimbulkan cekcok. Salah seorang di antaranya bahkan menjadi korban pemukulan dan pengeroyokan oleh teman minumnya sendiri,” jelas Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro, S.I.K., M.Si. melalui Kasi Humas Ipda Baiq Fitria Ningsih.

Akibat insiden tersebut, pihak keluarga korban telah melaporkan kejadian ke Polres Bima Kota untuk diproses lebih lanjut.

Polisi mengimbau masyarakat, khususnya generasi muda, agar tidak mengonsumsi miras karena dapat memicu permasalahan sosial dan tindak pidana. “Kami berharap masyarakat dapat berperan aktif menjaga keamanan dan ketertiban, serta segera melaporkan apabila melihat potensi gangguan kamtibmas,” tambah Kasi Humas.

Dengan adanya laporan cepat dari warga, aparat kepolisian berhasil merespons dan mengendalikan situasi sehingga keributan tidak meluas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…