Berita

Bhabinkamtibmas Berikan Bantuan Bibit Ternak Bebek, Dorong Kemandirian Ekonomi Warga

×

Bhabinkamtibmas Berikan Bantuan Bibit Ternak Bebek, Dorong Kemandirian Ekonomi Warga

Share this article

Dalam upaya mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan perekonomian masyarakat, Bhabinkamtibmas desa  sermong Brigadir Kamaludin memiliki gagasan tersendiri untuk melaksanakan kegiatan sosial dengan memberikan bantuan berupa bibit ternak bebek kepada warga binaannya. Rabu,(20/08/2025)

Kegiatan ini disambut antusias oleh masyarakat, terutama masyarakat menengah ke bawah untuk membantu mengembangkan usaha ternak skala rumahan. Bantuan tersebut diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk membuka peluang usaha, meningkatkan penghasilan, serta memperkuat ketahanan pangan keluarga.

Kapolres Sumbawa Barat Melalui Kasi humas IPTU Ardiyatmaja menyampaikan bahwa kepolisian tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan dan ketertiban, namun juga hadir untuk mendorong kesejahteraan masyarakat melalui berbagai pemberdayaan untuk mendukung astacita pemerintah.

“Semoga bantuan bibit ternak ini bisa dirawat dengan baik, sehingga ke depan mampu berkembang dan memberikan manfaat bagi keluarga maupun lingkungan sekitar,” ujarnya.

Warga penerima bantuan mengucapkan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian serta dukungan yang diberikan. Mereka berkomitmen untuk memanfaatkan bantuan tersebut dengan sebaik-baiknya sebagai bentuk penghargaan atas apa yang telah diberikan oleh Bhabinkamtibmas.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi Polri bersama masyarakat dalam membangun desa yang aman, mandiri, dan sejahtera.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…