Berita

Polsek Sape Evakuasi Korban dan Amankan Terduga Pelaku Penganiayaan di Desa Sangia

×

Polsek Sape Evakuasi Korban dan Amankan Terduga Pelaku Penganiayaan di Desa Sangia

Share this article

Bima, NTB (19 Agustus 2025) – Personel Polsek Sape Polres Bima Kota bergerak cepat mengevakuasi korban sekaligus mengamankan terduga pelaku kasus dugaan penganiayaan menggunakan senjata tajam yang terjadi di Dusun Rato, Desa Sangia, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, pada Selasa (19/8/2025) malam.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 19.30 WITA ketika korban bernama M. Fadli (42 tahun), seorang PNS, warga Dusun Rato Desa Sangia, sedang berbincang dengan temannya di depan rumah. Secara tiba-tiba, terduga pelaku MK alias One, yang juga warga Dusun Rato Desa Sangia, datang dari arah belakang dan langsung melakukan pembacokan menggunakan parang. Akibatnya, korban mengalami luka robek pada bagian kepala.

Kapolres Bima Kota, AKBP Didik Putra Kuncoro, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Sape, AKP Sirajuddin, S.H., menjelaskan bahwa usai kejadian warga sekitar segera membawa korban ke BLUD Puskesmas Sape untuk mendapatkan perawatan medis. Sementara itu, personel Polsek Sape bergerak menuju lokasi kejadian guna mengamankan situasi.

“Sekitar pukul 20.45 WITA, tim Opsnal Polsek Sape bersama personel piket jaga berhasil mengamankan terduga pelaku di Dusun Kore, Desa Naru, Kecamatan Sape. Pelaku langsung dibawa ke Mako Polsek Sape sebelum akhirnya diamankan di Mako Polres Bima Kota untuk proses hukum lebih lanjut,” jelas Kapolsek.

Selanjutnya, sekitar pukul 21.00 WITA korban dirujuk ke RSUD Raba Bima menggunakan mobil ambulans untuk mendapatkan penanganan lanjutan.

Namun, sekitar pukul 21.10 WITA, keluarga korban dan sejumlah warga Desa Sangia mendatangi Mako Polsek Sape dengan maksud menghakimi terduga pelaku. Personel Polsek Sape bersama Kapolsek AKP Sirajuddin, S.H. segera melakukan pengamanan dan memberikan imbauan agar masyarakat tidak main hakim sendiri.

Kapolsek Sape menegaskan, tindakan main hakim sendiri tidak dibenarkan secara hukum dan hanya akan merugikan diri sendiri maupun orang lain. Setelah diberikan pemahaman hukum, keluarga korban dan masyarakat akhirnya menerima arahan tersebut dan membubarkan diri dengan tertib.

Polsek Sape memastikan situasi pasca kejadian berangsur kondusif. Saat ini, terduga pelaku telah diamankan di Polres Bima Kota untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…