Berita

Kapolres Bima Kota Pimpin Pengamanan Final dan Penutupan Turnamen Sepak Bola Bupati Cup 2025

×

Kapolres Bima Kota Pimpin Pengamanan Final dan Penutupan Turnamen Sepak Bola Bupati Cup 2025

Share this article

Bima, NTB (19 Agustus 2025) – Kapolres Bima Kota, AKBP Didik Putra Kuncoro, S.I.K., M.Si., memimpin langsung pengamanan pertandingan final sekaligus penutupan Turnamen Sepak Bola Bupati Cup Tahun 2025 yang digelar di GOR Semangka, Desa Naru, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, pada Selasa (19/8/2025) sore.

Laga puncak mempertemukan PS Sangia melawan PS Oi Maci dan berlangsung meriah dengan dukungan penuh para penonton yang memadati arena pertandingan.

Sebelum pelaksanaan kegiatan, dilakukan apel pengecekan personel gabungan dari Koramil 1608/03 Sape, Polres Bima Kota, dan Polsek Sape yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Sape, AKP Sirajuddin, S.H. Apel tersebut bertujuan memastikan kesiapan pengamanan serta memberikan arahan kepada seluruh personel agar kegiatan berjalan aman dan lancar.

Dalam arahannya, Kapolres Bima Kota menegaskan bahwa pengamanan turnamen bukan hanya untuk menjaga jalannya pertandingan, tetapi juga untuk memastikan kondusivitas wilayah.

“Kehadiran kami di tengah masyarakat merupakan bentuk komitmen Polri bersama TNI dalam menjaga keamanan dan ketertiban, sehingga seluruh rangkaian kegiatan olahraga dapat berjalan dengan aman, tertib, dan penuh sportivitas,” ungkap Kapolres.

Pengamanan dilakukan secara ketat baik di dalam maupun di luar area GOR Semangka. Personel disiagakan untuk mengantisipasi potensi kericuhan, arus lalu lintas penonton, serta gangguan keamanan lainnya.

Pertandingan final Bupati Cup 2025 berlangsung dengan semangat sportivitas tinggi hingga penutupan resmi yang dihadiri oleh jajaran pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan ribuan warga yang antusias menyaksikan momen bersejarah tersebut.

Dengan selesainya turnamen ini, Kapolres Bima Kota berharap momentum positif dari olahraga sepak bola dapat terus menjadi sarana mempererat tali persaudaraan, meningkatkan semangat kebersamaan, serta menjaga situasi kamtibmas di wilayah Kabupaten Bima tetap kondusif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…