Berita

DPO Kasus Curanmor di Utan Berhasil Diringkus Polisi Saat Hendak Kabur ke Jawa

×

DPO Kasus Curanmor di Utan Berhasil Diringkus Polisi Saat Hendak Kabur ke Jawa

Share this article

Sumbawa Besar, NTB — Setelah menjadi buron selama hampir empat bulan, seorang pria berinisial AM (55) yang merupakan buronan atau daftar pencarian orang (DPO) dalam kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) berhasil diringkus oleh personel Polsek Utan. Pelaku ditangkap di depan Mako Polsek Utan pada Sabtu, 9 Agustus 2025, saat hendak melarikan diri ke Jawa Timur menggunakan bus.

Kapolres Sumbawa AKBP Marieta Dwi Ardhini, S.H.,S.I.K, setelah dikonfirmasi melalui Kapolsek Utan AKP Awaluddin, S.AP.,M.M.Inov, menyampaikan bahwa “Kasus ini bermula dari laporan korban berinsial S (43) pada 14 April 2025. Korban melaporkan kehilangan sepeda motor Yamaha Jupiter MX miliknya yang diparkir di belakang rumahnya di Dusun Jorok Tengah, Desa Jorok, Kecamatan Utan, Sumbawa.” ujarnya.

Pada 25 April 2025, sepeda motor korban ditemukan oleh seorang saksi di dalam bangunan sarang walet yang dijaga oleh terduga pelaku lainnya, berinisial G. Saat polisi mendatangi lokasi, G dan AM yang saat itu berada di tempat yang sama berusaha melarikan diri. Polisi berhasil mengamankan G, sementara AM berhasil kabur dan ditetapkan sebagai DPO.

Setelah melakukan penyelidikan intensif, Unit Reskrim Polsek Utan menerima informasi pada 9 Agustus 2025 bahwa AM berencana melarikan diri ke Jawa Timur menggunakan bus Safari Darma Raya dari Terminal Sumbawa. Berdasarkan informasi tersebut, polisi segera melakukan penghadangan di depan Mako Polsek Utan. Akhirnya, AM berhasil ditemukan di dalam bus dan langsung diamankan untuk proses penyidikan lebih lanjut.

“Penangkapan ini adalah hasil dari kerja keras dan sinergitas tim di lapangan yang tak kenal lelah. Kami akan terus berkomitmen untuk memberantas kejahatan, khususnya curanmor, demi terciptanya rasa aman bagi masyarakat. Kami juga mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati dalam memarkirkan kendaraannya dan menggunakan kunci ganda agar terhindar dari tindak kejahatan.” tegas Kapolsek Utan.

Saat ini, kedua terduga pelaku beserta barang bukti satu unit sepeda motor Yamaha Jupiter MX telah diamankan di Polsek Utan untuk menjalani proses hukum. Mereka akan dijerat dengan pasal-pasal terkait pencurian kendaraan bermotor. (MA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…