Berita

Bidpropam Polda NTB Laksanakan Gaktiblin di Polres Loteng : Tingkatkan Disiplin Anggota ‎

×

Bidpropam Polda NTB Laksanakan Gaktiblin di Polres Loteng : Tingkatkan Disiplin Anggota ‎

Share this article

‎‎Lombok Tengah, (NTB) – Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda NTB melaksanakan kegiatan Penegakan Ketertiban dan Disiplin (Gaktiblin) kepada seluruh personel jajaran Polres Lombok Tengah, Selasa (5/8).
‎
‎Kegiatan ini merupakan upaya rutin Bidpropam Polda NTB untuk menjaga dan meningkatkan disiplin anggota Polri, serta mencegah terjadinya berbagai bentuk pelanggaran.
‎
‎Dalam pelaksanaan Gaktiblin tersebut, Bidpropam Polda NTB melakukan pemeriksaan menyeluruh meliputi sikap tampang anggota, mulai dari kerapian seragam hingga potongan rambut.
‎
‎Selain itu, kelengkapan data pribadi dan dinas anggota juga menjadi perhatian, seperti KTP, Kartu Tanda Anggota (KTA), Surat Izin Mengemudi (SIM), dan surat-surat kendaraan dinas maupun pribadi serta cek urin terhadap para personel.
‎
‎Kapolres Lombok Tengah AKBP Eko Yusmiarto, S.I.K melalui Kasi Propam AKP Sri Bagyo menyampaikan salah satu poin penting dalam Gaktiblin kali ini adalah pengecekan handphone pribadi milik seluruh anggota serta pengecekan urin terhadap para personel.
‎
‎”Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengantisipasi dan mencegah potensi keterlibatan anggota dalam praktik judi online, langkah ini kami lakukan mengingat maraknya kasus judi online yang dapat merusak citra dan integritas institusi Polri. Selin itu pengecekan urin ini dilakukan untuk mencegah anggota untuk tidak terlibat dalam penyalahgunaan Narkoba,” ucap Kasi Propam.
‎
‎Lebih lanjut AKP Sri Bagyo menyampaikan bahwa kegiatan Gaktiblin ini diharapkan dapat meningkatkan disiplin anggota Polri.
‎
‎”Kami ingin memastikan bahwa seluruh anggota senantiasa mematuhi peraturan dan kode etik profesi. Kami berharap kegiatan ini dapat meminimalisir segala bentuk pelanggaran disiplin dan pidana,” ujarnya.
‎
‎Kegiatan Gaktiblin ini merupakan komitmen Polda NTB dalam mewujudkan Polri yang presisi, profesional, dan berintegritas, serta senantiasa memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta menjaga nama baik dan marwah institusi Polri ditengah-tengah masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…