Berita

Polres Bima Kota Laksanakan Sambang Duka di Desa Nanga Wera, Wujud Kepedulian terhadap Warga

×

Polres Bima Kota Laksanakan Sambang Duka di Desa Nanga Wera, Wujud Kepedulian terhadap Warga

Share this article

Bima Kota, NTB (31 Juli 2025) – Sebagai bentuk empati dan kepedulian terhadap warga yang sedang berduka, Polres Bima Kota melalui Polsek Wera melaksanakan kegiatan Sambang Duka di Desa Nanga Wera, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, pada Kamis (31/07/2025) pukul 09.40 WITA.

Kegiatan dipimpin langsung oleh PS. Kapolsek Wera bersama sejumlah personel Polsek Wera, dengan mendatangi rumah duka almarhum Sdra. H. Akrun di Dusun Nari, Desa Nanga Wera. Almarhum merupakan orang tua kandung dari Bhabinkamtibmas Desa Sangiang Polsek Wera, BRIPKA Furqan, yang wafat karena sakit pada Rabu malam, 30 Juli 2025, sekitar pukul 21.00 WITA.

Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro, S.I.K., M.Si., dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan Sambang Duka ini adalah bentuk nyata kepedulian Polri, khususnya Polres Bima Kota, terhadap keluarga besar Polri maupun masyarakat yang sedang mengalami musibah atau kehilangan.

“Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas wafatnya almarhum Sdra. H. Akrun. Semoga almarhum husnul khatimah dan mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberi kekuatan, kesabaran, dan keikhlasan dalam menerima cobaan ini,” ungkap Kapolres.

Kehadiran jajaran kepolisian dalam kegiatan Sambang Duka ini mendapat apresiasi dari pihak keluarga dan masyarakat setempat, yang merasa terhibur dan diperhatikan oleh institusi kepolisian di tengah suasana duka yang mendalam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…