Berita

Polres Sumbawa Barat Raih Peringkat Lima dalam Lomba Menembak Duel Plat Polda NTB

×

Polres Sumbawa Barat Raih Peringkat Lima dalam Lomba Menembak Duel Plat Polda NTB

Share this article

Sumbawa Barat, NTB — Dalam rangka meningkatkan kemampuan, ketangkasan, serta sinergitas personel di lingkungan Kepolisian, Polda NTB menggelar perlombaan menembak Duel Plat antar satuan kerja (Satker) di lingkup Polda NTB dan jajaran Polres. Perlombaan ini diikuti oleh seluruh satuan kerja Polda NTB dan Polres jajaran, dengan setiap tim terdiri dari tiga orang personel.

Polres Sumbawa Barat mengirimkan empat personel terbaik yang dikoordinir oleh Kabag Ren Polres Sumbawa Barat, AKP Rahmansyah. Mereka bertanding dalam kategori menembak beregu, yang mengutamakan ketepatan dalam mengenai sasaran plat serta kecepatan waktu dalam menuntaskan tembakan.

Dari hasil perlombaan, Juara I diraih oleh Tim Sat Brimob Polda NTB, disusul Juara II oleh Tim Biro SDM Polda NTB, Juara III oleh Tim Polres Mataram, Juara IV oleh Tim Densus 88 AT Satwil NTB, Juara V diraih oleh Tim Polres Sumbawa Barat, kemudian Tim Spripim di posisi VI, dan Tim Polres Lombok Barat di posisi VII.

Kapolres Sumbawa Barat AKBP Zulkarnain, S.I.K., melalui Kasi Humas AKP Zainal Abidin, S.H., menyampaikan bahwa kegiatan lomba menembak ini memiliki nilai strategis dalam membentuk karakter personel yang profesional, terampil, dan berdisiplin tinggi.

“Melalui kompetisi ini, personel tidak hanya diasah dari sisi kemampuan teknis menembak, tetapi juga ketenangan, konsentrasi, dan kerja sama tim. Ini menjadi ajang positif untuk mengukur kemampuan serta membangun semangat sportivitas dan kebersamaan antar satuan kerja di lingkungan Polda NTB,” ungkap AKP Zainal.

Ia juga mengapresiasi capaian tim Polres Sumbawa Barat yang telah berjuang maksimal hingga berhasil masuk lima besar dalam perlombaan yang penuh persaingan tersebut. Ke depan, Polres Sumbawa Barat akan terus meningkatkan pelatihan dan pembinaan guna mencetak personel yang semakin unggul di segala lini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…