Berita

Patroli Dialogis, Polsek Seteluk Perkuat Kamtibmas Lewat Pendekatan Humanis

×

Patroli Dialogis, Polsek Seteluk Perkuat Kamtibmas Lewat Pendekatan Humanis

Share this article

Sumbawa Barat, NTB — Dalam rangka mendukung Program Quick Wins Presisi Polri, anggota Piket SPKT Polsek Seteluk, Polres Sumbawa Barat, terus gencar melaksanakan patroli dialogis dengan pendekatan preventif di wilayah hukumnya, Jumat (18/07/2025).

Patroli ini menyasar langsung masyarakat dengan menyampaikan berbagai pesan-pesan Kamtibmas serta imbauan terkait kewaspadaan menghadapi musim hujan, sebagai langkah antisipatif terhadap potensi gangguan atau bencana.

Kapolres Sumbawa Barat AKBP Zulkarnain, S.I.K., melalui Kapolsek Seteluk AKP Siswoyo, S.H., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin Polsek Seteluk sebagai bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif.

“Patroli dialogis adalah wujud pendekatan humanis yang kami lakukan. Tidak hanya untuk memantau situasi, tetapi juga membangun komunikasi langsung dengan masyarakat agar lebih peka terhadap potensi gangguan keamanan,” ungkap AKP Siswoyo.

Dengan pendekatan yang ramah dan penuh empati, anggota kepolisian menyampaikan berbagai informasi penting, termasuk ajakan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem, potensi banjir, serta kerawanan sosial lainnya.

Langkah ini dinilai efektif untuk mempererat hubungan antara masyarakat dan aparat kepolisian, serta meningkatkan kesadaran kolektif dalam menjaga keamanan lingkungan.

“Kamtibmas bukan hanya tugas kepolisian, tapi juga tanggung jawab bersama. Maka dari itu, kami ingin masyarakat merasa dilibatkan dan terlindungi,” tambah Kapolsek.

Kegiatan patroli dialogis ini akan terus ditingkatkan frekuensinya, terutama di titik-titik rawan serta pada waktu-waktu krusial, demi memastikan rasa aman masyarakat tetap terjaga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…