Berita

Tim Opsnal Polsek Sape Ungkap Kasus Pencurian Handphone, Seorang Pelaku Diamankan

×

Tim Opsnal Polsek Sape Ungkap Kasus Pencurian Handphone, Seorang Pelaku Diamankan

Share this article

Bima, NTB (20 Juli 2025) – Tim Opsnal Polsek Sape Polres Bima Kota berhasil mengungkap kasus pencurian handphone yang terjadi di wilayah hukumnya. Seorang pelaku penadah berhasil diamankan dalam pengungkapan tersebut.

Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro, S.I.K., M.Si. melalui Kapolsek Sape AKP Sirajuddin mengungkapkan bahwa pengungkapan ini berawal dari laporan korban bernama Siti Maani, yang kehilangan satu unit handphone Vivo Y02 warna biru pada 14 Juli 2025 lalu.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Opsnal Polsek Sape yang dipimpin oleh Bripka Suaib langsung bergerak melakukan penyelidikan. Dari hasil penelusuran, polisi berhasil mengidentifikasi dan mengamankan terduga penadah berinisial RM di Dusun Ronda Masa RT.021 Desa Parangina, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima.

“Dari hasil interogasi, RM mengaku mendapatkan handphone tersebut dari seseorang bernama Kanda, yang diduga sebagai pelaku utama pencurian,” jelas AKP Sirajuddin.

Meski barang bukti berupa handphone telah lebih dahulu dikembalikan ke pihak keluarga korban dan diamankan oleh Ketua RT setempat, proses hukum terhadap RM tetap berjalan. Pihak kepolisian akan memproses RM sebagai penadah barang hasil curian.

“Saat ini, kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memburu pelaku utama. Polsek Sape akan terus berkomitmen melakukan penindakan terhadap para pelaku kejahatan, terutama pencurian yang meresahkan masyarakat,” tegas Kapolsek.

AKP Sirajuddin juga mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap tindakan kriminal dan segera melapor apabila mengalami atau mengetahui tindak pidana di lingkungan sekitarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…