Berita

Asyik Main Judi Roler, Enam Warga Diciduk Tim Opsnal Polsek Rasanae Barat

×

Asyik Main Judi Roler, Enam Warga Diciduk Tim Opsnal Polsek Rasanae Barat

Share this article

Kota Bima, NTB (20 Juli 2025) – Tim Opsnal Polsek Rasanae Barat Polres Bima Kota berhasil menggerebek aktivitas perjudian angka acak berbasis handphone (ROLER) di Lingkungan Binabaru, Kelurahan Dara, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Dalam penggerebekan yang dilakukan berdasarkan laporan dari masyarakat tersebut, enam orang terduga pelaku berhasil diamankan, Sabtu 19 Juli 2025.

Penggerebekan yang dilakukan pada Minggu dini hari tersebut dipimpin langsung oleh Panit 1 Opsnal Reskrim Polsek Rasanae Barat, IPDA Muhammad Hilir, S.H., bersama gabungan piket fungsi dan anggota opsnal.

Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro, S.I.K., M.Si melalui Kapolsek Rasanae Barat AKP Suratno menyampaikan bahwa penangkapan tersebut merupakan respons cepat atas laporan masyarakat yang merasa resah dengan aktivitas judi di lingkungan tempat tinggal mereka.

“Enam orang terduga pelaku berhasil diamankan saat sedang asyik bermain judi angka acak menggunakan handphone. Ini bentuk komitmen kami dalam memberantas praktik perjudian di wilayah hukum Polres Bima Kota,” tegas AKP Suratno.

Dari tangan para pelaku, petugas mengamankan sejumlah barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp 769 ribu, dua unit handphone Android, dan satu unit handphone Nokia yang diduga digunakan dalam aktivitas perjudian.

Saat ini, keenam terduga pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Mapolsek Rasanae Barat untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

AKP Suratno juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak segan melaporkan apabila mengetahui adanya aktivitas perjudian di lingkungan sekitar. “Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kamtibmas. Jangan ragu melapor jika mengetahui praktik perjudian maupun tindak pidana lainnya,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…