Berita

Antisipasi Gangguan Kamtibmas, Anggota Piket Polsek Poto Tano Laksanakan Patroli Dialogis Malam Hari

×

Antisipasi Gangguan Kamtibmas, Anggota Piket Polsek Poto Tano Laksanakan Patroli Dialogis Malam Hari

Share this article

Sumbawa Barat, NTB – Dalam upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif, anggota piket jaga Polsek Poto Tano melaksanakan patroli dialogis di wilayah hukumnya pada Minggu malam, 29 Juni 2025, sekitar pukul 23.30 WITA.

Kegiatan patroli dialogis ini menyasar sejumlah titik rawan serta pemukiman warga yang berpotensi terjadi gangguan kamtibmas. Dalam pelaksanaannya, petugas tidak hanya berkeliling, tetapi juga melakukan interaksi langsung dengan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, anggota piket memberikan imbauan kepada warga agar senantiasa menjaga kondusifitas lingkungan serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kejahatan, khususnya kejahatan jalanan seperti pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

Selain itu, petugas juga mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi anak-anak mereka agar tidak terjerumus dalam pergaulan bebas yang dapat merugikan masa depan.

Anggota juga menyampaikan pesan-pesan kamtibmas lainnya, serta mengajak masyarakat untuk proaktif melaporkan apabila mengetahui atau melihat adanya indikasi gangguan keamanan kepada pihak kepolisian, khususnya Polsek Poto Tano.

Kapolres Sumbawa Barat AKBP Zulkarnain, S.I.K., melalui Kasi Humas AKP Zainal Abidin, S.H., menyampaikan bahwa patroli dialogis merupakan salah satu langkah preventif dalam menciptakan rasa aman di tengah masyarakat.

“Dengan patroli dialogis, anggota kami bisa langsung menyampaikan pesan-pesan kamtibmas sekaligus menyerap aspirasi dan informasi dari masyarakat. Kami berharap sinergi antara polisi dan warga terus terjalin guna mewujudkan lingkungan yang aman dan nyaman,” ujar AKP Zainal.

Kegiatan patroli dialogis tersebut berlangsung dalam keadaan aman dan lancar serta mendapat sambutan positif dari warga yang merasa terbantu dengan kehadiran aparat kepolisian di tengah mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…