Berita

Sambut Hari Bhayangkara ke-79, Kapolda Kalteng Pimpin Bakti Kesehatan dan Serahkan Bansos untuk Petani di Gunung Mas

×

Sambut Hari Bhayangkara ke-79, Kapolda Kalteng Pimpin Bakti Kesehatan dan Serahkan Bansos untuk Petani di Gunung Mas

Share this article

Kuala Kurun – Sebagai bagian dari rangkaian kunjungan kerjanya, Kapolda Kalimantan Tengah, Irjen Pol. Iwan Kurniawan, S.I.K., M.Si., memimpin langsung kegiatan bakti sosial yang menyentuh langsung masyarakat.

Kegiatan yang digelar di Markas Polres Gunung Mas ini, merupakan wujud nyata kepedulian Polri menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-79. Rabu (11/6/2025) pukul 12.00 WIB.

Didampingi oleh Irwasda Kombespol Dr. Benny G. Sudjana, jajaran Pejabat Utama (PJU) Polda Kalteng, dan Kapolres Gunung Mas AKBP Heru Eko Wibowo, S.I.K., M.H., Kapolda meninjau langsung pelaksanaan bakti kesehatan yang memberikan layanan pemeriksaan gratis kepada warga.

Tak hanya itu, Kapolda juga secara simbolis menyerahkan paket bantuan sosial (bansos) kepada perwakilan kelompok tani dari Kabupaten Gunung Mas.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda Kabupaten Gunung Mas serta Pengurus Bhayangkari Daerah Kalteng dan Cabang Gunung Mas, yang menunjukkan sinergi dan dukungan penuh terhadap program kemanusiaan yang diinisiasi oleh kepolisian.

Kapolda Kalteng, Irjen Pol Iwan Kurniawan, S.I.K., M.Si., dalam kesempatan tersebut menyatakan bahwa kegiatan ini adalah inti dari tugas kepolisian, yaitu “Polri Untuk Masyarakat”.

“Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi merupakan wujud nyata kehadiran dan kepedulian Polri di tengah-tengah masyarakat. Menjelang Hari Bhayangkara ke-79, kami ingin menegaskan kembali bahwa Polri tidak hanya bertugas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk membantu meringankan beban warga,” ujar Kapolda.

“Pemberian bantuan kepada kelompok tani ini juga merupakan dukungan kami terhadap program ketahanan pangan nasional melalui Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Para petani adalah pahlawan pangan, dan kami di kepolisian berkomitmen untuk mendukung mereka,” tambahnya.

Setelah memimpin kegiatan bakti sosial, Kapolda yang didampingi Karo Log Polda Kalteng, Kombespol Susilo Wardono, S.I.K., M.H., serta pejabat Utama Polda Kalteng melanjutkan agendanya dengan melakukan pengecekan sarana dan prasarana (sarpras) dinas yang dimiliki Polres Gunung Mas. Pengecekan ini meliputi kondisi kendaraan operasional hingga perlengkapan pendukung tugas personel di lapangan.

Sementara itu, Kapolres Gunung Mas, AKBP Heru Eko Wibowo, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas perhatian yang diberikan oleh pimpinan tertinggi Polda Kalteng.

“Kami sangat berterima kasih atas kunjungan, arahan, serta perhatian yang luar biasa dari Bapak Kapolda. Bantuan sosial yang diserahkan, khususnya kepada kelompok tani, sangat berarti dan sejalan dengan program ketahanan pangan yang terus kami galakkan di Gunung Mas. Pengecekan sarpras juga menjadi masukan yang sangat berharga bagi kami untuk terus berbenah demi meningkatkan kualitas pelayanan,” kata Kapolres.

Rangkaian kegiatan yang berfokus pada aspek kemanusiaan dan kesiapan internal ini menunjukkan komitmen Polda Kalteng dan jajarannya untuk menjadi institusi yang tidak hanya kuat dalam penegakan hukum, tetapi juga dekat dan peduli dengan kondisi masyarakat yang dilayaninya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…