Berita

Polres Loteng Siagakan Personel di Sejumlah Gereja Saat Perayaan Kenaikan Yesus Kristus. ‎

×

Polres Loteng Siagakan Personel di Sejumlah Gereja Saat Perayaan Kenaikan Yesus Kristus. ‎

Share this article

‎Lombok Tengah, NTB – Polres Lombok Tengah menyiagakan personel di sejumlah gereja dan rumah ibadah dalam rangka pengamanan saat perayaan Kenaikan Yesus Kristus di Kabupaten Lombok Tengah.
‎
‎Kasi Humas Polres Loteng, IPTU L. Brata Kusnadi, saat dikonfirmasi, Kamis menyampaikan bahwa pengamanan difokuskan pada lima lokasi ibadah yang ada di Kecamatan Praya.
‎
‎”Ada satu gereja dan empat rumah ibadah yang dilakukan pengamanan, di antaranya Gereja Katolik St. Yohanes Pembaptis Kampus IPDN, Rumah Ibadah GPPS (Gereja Pantekosta Pusat Surabaya), Rumah Ibadah GPIB, Rumah Ibadah Kemah Injil, dan Rumah Ibadah GBI (Gereja Bethel Indonesia),” jelas IPTU L. Brata Kusnadi.
‎
‎Brata menjelaskan penyebaran personel pengamanan di lokasi-lokasi tersebut bertujuan untuk menciptakan rasa aman dan nyaman bagi jemaat yang akan melaksanakan ibadah.
‎
‎Selain itu, pengamanan ini juga merupakan bagian dari upaya Polres Loteng dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) selama libur panjang perayaan keagamaan.
‎
‎”Dengan adanya pengamanan ini, diharapkan umat Kristiani dapat menjalankan ibadah Kenaikan Yesus Kristus dengan khidmat dan tenang, tanpa ada gangguan yang berarti,”jelasnya.
‎
‎Polres Lombok Tengah berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat guna memberikan keamanan bagi seluruh umat beragama dalam melaksanakan ibadah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…