Berita

Kecelakaan Maut di Jalan Baypass Sering, Satu Pelajar Meninggal Dunia

×

Kecelakaan Maut di Jalan Baypass Sering, Satu Pelajar Meninggal Dunia

Share this article

Sumbawa Besar–NTB, Sebuah kecelakaan lalu lintas tabrak depan terjadi di Jalan Bypass Sering, Desa Kerato, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa pada hari Rabu (28/05/2025) sekitar pukul 13.31 Wita. Kecelakaan ini melibatkan sebuah Truck Diesel dan Sepeda Motor.

Kapolres Sumbawa AKBP Bagus Nyoman Gede Junaedi, S.H., S.I.K., M.A.P., melalui Kasi Humas Ipda Eva Oktaviana Sagala mengungkapkan bahwa “Kejadian ini merupakan akibat dari kelalaian dan ketidak hati-hatian pengemudi Truck Diesel hingga menyebabkan kecelakaan itu terjadi.” ujar Kasi Humas.

Kecelakaan ini berawal saat sebuah Truck Diesel yang dikemudikan oleh RA (24 tahun) melaju dari arah Simpang Sering menuju Simpang Lawang Desa. Sementara itu, sebuah sepeda motor yang dikendarai oleh F (15 tahun) dan RF (15 tahun) melaju dari arah yang berlawanan, yaitu dari Simpang Lawang Desa menuju Simpang Sering.

Menurut keterangan saksi di lokasi, kondisi jalan saat kejadian adalah lurus, datar dan cuaca hujan pada siang hari. Saat melintas di lokasi kejadian, sebuah Truck Diesel melaju dengan kecepatan sedang mencoba menyalip kendaraan jenis truk lain yang melaju searah didepannya. Namun, pada saat yang bersamaan, dari arah berlawanan melaju sebuah sepeda motor.

Karena jarak yang sudah sangat dekat, kedua pengendara tidak dapat mengendalikan laju kendaraannya, sehingga tabrakan tak terhindarkan. Akibat dari kecelakaan ini, pengendara sepeda motor berinisial F, seorang pelajar berusia 15 tahun yang diketahui tidak memiliki SIM dan tidak mengenakan helm, meninggal dunia di tempat kejadian. Sementara itu, penumpangnya, RF (15 tahun), juga seorang pelajar yang tidak mengenakan helm, mengalami luka ringan.

Kedua kendaraan yang terlibat kecelakaan mengalami kerusakan material. Truk Diesel mengalami rusak ringan, sedangkan sepeda motor mengalami rusak sedang. Kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp 3.000.000.

Unit Gakkum Sat Lantas Polres Sumbawa segera mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) setelah menerima laporan. Petugas telah mengamankan barang bukti, mencari saksi-saksi untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut, mengecek kondisi korban di Rumah Sakit Umum Daerah Sumbawa serta mengambil tindakan kepolisian lebih lanjut.

Pihak kepolisian juga menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk selalu berhati-hati dan taat menggunakan kelengkapan saat berkendara agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. (MA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…