Berita

Kawal Program Pemerintah, Bhabinkamtibmas Desa Belo Hadiri Pemilihan Pengurus Koperasi Merah Putih

×

Kawal Program Pemerintah, Bhabinkamtibmas Desa Belo Hadiri Pemilihan Pengurus Koperasi Merah Putih

Share this article

Sumbawa Barat, NTB – Sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah, Briptu Syarifudin selaku Bhabinkamtibmas Desa Belo menghadiri kegiatan pemilihan pengurus Koperasi Merah Putih yang dilaksanakan di aula Kantor Desa Belo.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Camat Jereweh, Solihin, S.Pd., M.Si., perwakilan dari Dinas Koperindag Kabupaten Sumbawa Barat, Kepala Desa Belo Kaharuddin, S.H.I., LPM, para kepala dusun, ketua RT, serta tokoh masyarakat, tokoh agama, dan masyarakat Desa Belo lainnya.

Koperasi Merah Putih dibentuk berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang percepatan pembentukan koperasi kelurahan/desa Merah Putih di seluruh Indonesia.

Dalam suasana penuh musyawarah, pemilihan pengurus Koperasi Merah Putih Desa Belo diawali dengan pembentukan tim formatur. Setelah tim terbentuk, peserta rapat sepakat untuk menentukan pengurus melalui musyawarah mufakat atau pemilihan langsung.

Pemilihan dilakukan secara langsung dan demokratis. Kandidat yang meraih suara terbanyak ditetapkan sebagai Ketua Koperasi, sementara peraih suara terbanyak kedua dan ketiga masing-masing menjadi Wakil Ketua I dan II. Selanjutnya ditetapkan pula Sekretaris dan Bendahara. Proses pemilihan berlangsung dengan aman dan lancar.

Kapolres Sumbawa Barat, AKBP Zulkarnain, S.I.K., melalui Kasi Humas AKP Zainal Abidin, S.H., menegaskan bahwa kehadiran Bhabinkamtibmas dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk pengawalan terhadap proses pembentukan kepengurusan koperasi. Ke depan, Bhabinkamtibmas juga akan turut mengawal pelaksanaan Koperasi Merah Putih sebagai bagian dari upaya penguatan ekonomi masyarakat di tingkat desa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…