Berita

Semarak Car Free Nite: Kolaborasi Budaya dan Kesehatan di Lombok Barat

×

Semarak Car Free Nite: Kolaborasi Budaya dan Kesehatan di Lombok Barat

Share this article
Semarak Car Free Nite: Kolaborasi Budaya dan Kesehatan di Lombok Barat

Lombok Barat, NTB – Kabupaten Lombok Barat diselimuti semarak kebersamaan dan keceriaan dengan suksesnya penyelenggaraan Car Free Nite Day dan Pentas Seni Budaya, Sabtu (24/5/2025) malam.

Acara yang diinisiasi oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Barat ini berhasil menarik ribuan masyarakat untuk memadati sepanjang Jalan Soekarno-Hatta, Penas Gerung, tepat di depan Taman Kota Giri Menang.

Antusiasme Masyarakat dan Kehadiran Pejabat Penting

Sejak pukul 16.15 Wita, area Car Free Nite sudah mulai dipadati pengunjung yang ingin menikmati beragam hiburan dan suasana santai.

Kehadiran para pejabat penting turut menambah kemeriahan acara, termasuk Wakil Bupati Lombok Barat, Hj. Nurul Adha, S.Th., Dirut RSUD Tripat Gerung dr. H. Suryadi Sp. An.

Juga Dirut PDAM Giri Menang Sudirman, Ketua Majlis Adat Lombok Barat Dr. H. Lalu Sajim Sastrawan, S.H., M.H., serta jajaran OPD dan Dinas Lingkup Lombok Barat, hingga Camat Gerung, Sapoan, S.H.

Panggung Seni yang Memukau dan Edukasi Kesehatan

Panggung hiburan mulai beraksi pada pukul 16.20 Wita, dibuka dengan pentas organ tunggal yang dilanjutkan dengan Tari Penyambutan dari Sanggar Remaja Yomara Babakan Gerung.

Dalam sambutannya, Dirut RSUD Tripat Gerung, dr. H. Suryadi Sp. An, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh masyarakat Lombok Barat atas partisipasi mereka.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini akan dilanjutkan dengan fun walk, senam pagi, jalan sehat, pembagian doorprize, dan donor darah pada Minggu pagi.

Kemudian, Wakil Bupati Lombok Barat, Hj. Nurul Adha, S.Th., turut memberikan sambutan yang menginspirasi. Menurutnya, acara ini merupakan bukti nyata semangat kebersamaan dan keceriaan masyarakat Lombok Barat.

Kegiatan ini juga sebagai bentuk untuk membangun serta demi kesejahteraan Kabupaten Lombok Barat.

Wakil Bupati Lombok Barat juga berharap Car Free Nite Day tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga wadah untuk mempererat tali silaturahmi dan memajukan ekonomi masyarakat.

“Mari kita manfaatkan kesempatan ini untuk saling mengenal, bertukar pikiran, dan membangun hubungan yang lebih harmonis. Semoga acara hari ini berjalan lancar, aman, dan menyenangkan,” tambahnya.

Setelah sambutan, panggung kembali dimeriahkan dengan berbagai penampilan seni, antara lain Tari Candrawasih dari Sanggar Remaja Yomara Babakan Gerung

Tari Edukasi Kesehatan dari Sanggar Tari RSUD Gerung, Tari Kote Mataram dari SDN 1 Nyiur Lembang, Tari Kebyar Duduk oleh Cok Bagus Dita SMKN 1 Kuripan. Serta penampilan Hadroh dari Remaja Banyu Mulek dan RSUD Tripat Gerung.

Memasuki pukul 20.00 Wita, suasana semakin meriah dengan penampilan Tari Indonesia Menari dari Sanggar Remaja Yomara Darma Sastra Babakan Gerung.

Penampilan biola oleh Tara Mahasidha Ahkam Putri, penampilan dari RSUD Tripat Gerung, dan ditutup dengan penampilan memukau dari Artis Lombok, Nia Dirga.

Dukungan UMKM dan Pengamanan yang Optimal

Selain panggung hiburan, area Car Free Nite Day juga diramaikan dengan bazar UMKM Kabupaten Lombok Barat.

Hal ini memberikan kesempatan bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah untuk memperkenalkan produk-produk lokal dan menggerakkan roda perekonomian daerah.

Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., melalui Kapolsek Gerung, Iptu I Gusti Agung Bayu Damana memastikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan Car Free Nite ini berjalan dengan aman dan lancar.

“Kami pastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan lancar berkat koordinasi yang baik antara seluruh pihak yang terlibat,” terang Iptu I Gusti Agung Bayu Damana.

Rangkaian kegiatan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Barat ini akan dilanjutkan pada hari Minggu (25/5/2025), pukul 06.30 Wita, dengan agenda Fun Walk.

Juga Pasar Murah UMKM, Senam Pagi, pembagian doorprize, Donor Darah, dan penampilan dari Ela Mustika Ayu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…