Berita

Bhabinkamtibmas Desa Jala Ajak Warga Waspada Isu Provokatif dan Dukung Ketahanan Pangan

×

Bhabinkamtibmas Desa Jala Ajak Warga Waspada Isu Provokatif dan Dukung Ketahanan Pangan

Share this article

Bhabinkamtibmas Desa Jala, BRIPKA Jainal Arifin, kembali menunjukkan peran aktifnya dalam menjaga situasi kamtibmas di wilayah binaan. Pada hari Selasa (20/5/2025) sekitar pukul 11.30 Wita, ia melaksanakan kegiatan sambang desa dan bertatap muka langsung dengan warga di Dusun Nanga Jambu, Desa Jala, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu.

Dalam kesempatan tersebut, BRIPKA Jainal menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang beredar di tengah masyarakat yang dapat menimbulkan konflik sosial. Ia juga mengajak warga untuk memanfaatkan lahan kosong di sekitar permukiman sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam mewujudkan Ketahanan Pangan menuju Indonesia Emas 2025.

Selain itu, Bhabinkamtibmas juga menegaskan pentingnya kewaspadaan dalam penggunaan senapan angin. “Kami mengimbau masyarakat untuk tidak sembarangan menggunakan senapan angin, apalagi hingga membahayakan keselamatan orang lain. Hal ini penting, mengingat adanya insiden beberapa waktu lalu di Kecamatan Woja yang menyebabkan korban jiwa,” tegasnya.

Tak hanya itu, BRIPKA Jainal juga mengingatkan para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak mereka, khususnya dalam pergaulan sehari-hari, guna mencegah terjadinya perkelahian antar pelajar yang belakangan ini cukup marak terjadi, termasuk di kalangan pelajar asal Desa Jala.

Kasi Humas Polres Dompu menjelaskan bahwa kegiatan sambang desa tersebut merupakan langkah preventif untuk menjaga hubungan harmonis antara polisi dan masyarakat serta sebagai sarana untuk menyerap informasi yang berkembang di lingkungan desa.

“Melalui kehadiran aktif Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat, kami berharap terbangun kemitraan yang kokoh dan partisipasi aktif warga dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif,” ungkapnya.

Kegiatan berlangsung aman, lancar, dan mendapat respon positif dari masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…