Berita

Polres Lombok Utara Dukung Penuh Rencana Pembangunan Sport Center dalam Kunjungan Wamenpora RI ke KLU

×

Polres Lombok Utara Dukung Penuh Rencana Pembangunan Sport Center dalam Kunjungan Wamenpora RI ke KLU

Share this article

Lombok Utara – Polres Lombok Utara menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pembangunan Sport Center di Kabupaten Lombok Utara, yang menjadi agenda kunjungan kerja *Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Taufik Hidayat*, ke Kantor Bupati Lombok Utara pada Senin, 19 Mei 2025.

Kehadiran Wamenpora di Lombok Utara disambut oleh jajaran Forkopimda, termasuk Kapolres Lombok Utara AKBP Agus Purwanta, S.I.K., yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas rencana pembangunan sarana olahraga tersebut.

“Kami dari Polres Lombok Utara mendukung penuh apa yang menjadi program strategis Pemerintah, yakni pembangunan Sport Center sebagai fasilitas pembinaan pemuda dan olahraga. Ini adalah langkah maju dalam mewadahi potensi generasi muda Lombok Utara,” ujar AKBP Agus Purwanta.

Lebih lanjut, Kapolres juga menjelaskan bahwa Polres Lombok Utara telah menjalankan program internal bertajuk *Gowes Kamtibmas*, yang bertujuan menjaga kebugaran fisik anggota sekaligus menjangkau wilayah-wilayah di Lombok Utara dalam rangka pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas).

“Dengan adanya Sport Center nantinya, kami berharap akan lebih banyak ruang dan kesempatan bagi para pemuda di Kabupaten Lombok Utara untuk menyalurkan bakat mereka di bidang olahraga, Ini juga akan mendukung upaya pembinaan karakter pemuda yang sehat dan berdaya saing,” tambah Kapolres.

Kegiatan berlangsung lancar dan penuh semangat kolaborasi antarinstansi, mencerminkan komitmen bersama dalam membangun Lombok Utara yang lebih maju, sehat, dan berprestasi melalui olahraga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…