Berita

Sat Binmas Polres Bima Kota Gelar Peningkatan Kemampuan Bhabinkamtibmas, Dukung Program Pekarangan Bergizi Asta Cita Presiden

×

Sat Binmas Polres Bima Kota Gelar Peningkatan Kemampuan Bhabinkamtibmas, Dukung Program Pekarangan Bergizi Asta Cita Presiden

Share this article

Kota Bima, NTB (19/5/2025) – Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas) Polres Bima Kota menggelar kegiatan Peningkatan Kemampuan Bhabinkamtibmas dengan tema “Mendukung Program Presiden Asta Cita tentang Pekarangan Bergizi untuk Mewujudkan Bhabinkamtibmas yang Inovatif”, bertempat di Aula Rupatama Polres Bima Kota.

Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WITA ini dibuka secara resmi dan dihadiri oleh Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro, S.I.K., M.Si., serta Waka Polres KOMPOL Herman, S.H., bersama jajaran. Sebanyak 82 peserta terdiri dari Kanit Binmas dan perwakilan Bhabinkamtibmas dari seluruh Polsek jajaran Polres Bima Kota turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Melalui Kasat Binmas IPTU Agus Supriyanto, Kapolres Bima Kota menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pembinaan dan peningkatan kapasitas personel Bhabinkamtibmas agar lebih inovatif, produktif, dan mampu mendukung program-program nasional, khususnya di bidang ketahanan pangan dan pemanfaatan lahan pekarangan.

Dalam kegiatan ini, turut hadir Tim Direktorat Binmas Polda NTB yang dipimpin oleh Kasilatpuan Bhabinkamtibmas AKP Evy Nuke Maya Damayanti F., yang memberikan arahan dan pembekalan teknis kepada para peserta. Selain itu, perwakilan dari Dinas Pertanian juga turut memberikan materi terkait pengelolaan pekarangan bergizi sebagai salah satu langkah konkrit mendukung ketahanan pangan di lingkungan masyarakat.

“Dengan kegiatan ini, diharapkan para Bhabinkamtibmas tidak hanya berperan sebagai pelindung dan pengayom masyarakat, namun juga menjadi agen perubahan yang kreatif, mandiri, dan mendukung kesejahteraan masyarakat melalui inovasi di bidang pertanian rumah tangga,” ungkap IPTU Agus Supriyanto.

Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi interaktif dan tanya jawab seputar tantangan dan peluang Bhabinkamtibmas dalam mewujudkan program pekarangan bergizi di wilayah binaan masing-masing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…