Berita

Pelabuhan Lembar NTB: Pengamanan Maksimal untuk Keamanan Jasa Penyeberangan

×

Pelabuhan Lembar NTB: Pengamanan Maksimal untuk Keamanan Jasa Penyeberangan

Share this article
Lembar NTB: Pengamanan Maksimal untuk Keamanan Jasa Penyeberangan

Lombok Barat, NTB – Kepolisian Sektor (Polsek) Kawasan Pelabuhan Lembar, meningkatkan langkah pengamanan di area pelabuhan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pengguna jasa penyeberangan.

Kegiatan pengamanan pada Senin (12/5/2025), bertempat di Dermaga 3 PT. ASDP Lembar, saat proses pemuatan Kapal Motor Penumpang (KMP) PORTLINK II yang melayani rute Pelabuhan Lembar menuju Padangbai, Bali.

Kegiatan pengamanan ini melibatkan personel Polsek Kawasan Pelabuhan Lembar yang bekerja sama dengan Otoritas Pelabuhan Lembar.

Fokus utama dari kegiatan ini adalah mengawasi proses pemuatan kapal serta melakukan patroli di sekitar area dermaga dan di atas kapal untuk mencegah berbagai potensi gangguan keamanan.

Pengamanan Ketat untuk Kenyamanan Penumpang

Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., melalui Kapolsek Kawasan Pelabuhan Lembar, Ipda Imran, menjelaskan bahwa kegiatan pengamanan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan pihak kepolisian untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi para pengguna jasa penyeberangan.

“Kami hadir di sini untuk memastikan bahwa seluruh proses embarkasi dan debarkasi penumpang berjalan lancar dan aman. Prioritas kami adalah memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang menggunakan jasa penyeberangan Lembar-Padangbai,” ujarnya di sela-sela kegiatan.

Lebih lanjut, Ipda Imran menuturkan bahwa kegiatan pengamanan tidak hanya terfokus pada potensi tindak kriminalitas. Tetapi juga pada aspek ketertiban dan kelancaran arus penumpang dan kendaraan.

“Kami melakukan pengecekan surat-surat kendaraan yang akan naik ke kapal untuk memastikan semuanya sesuai dengan ketentuan. Selain itu, kami juga aktif memberikan himbauan kepada para penumpang,” imbuhnya.

Himbauan Keamanan untuk Penumpang

Dalam interaksinya dengan para calon penumpang, personel kepolisian memberikan beberapa himbauan penting.

“Kami mengimbau kepada seluruh pengguna jasa penyeberangan untuk selalu menjaga barang bawaan masing-masing dan tidak meninggalkannya tanpa pengawasan. Selain itu, kami juga meminta agar para penumpang mengikuti antrian sesuai dengan tiket yang dimiliki dan senantiasa mematuhi peraturan yang berlaku di atas kapal demi keselamatan bersama,” kata Ipda Imran.

Kehadiran aparat kepolisian dan sinergi dengan otoritas pelabuhan ini disambut baik oleh para calon penumpang.

Komitmen Polri dalam Melayani Masyarakat

Kegiatan pengamanan di Pelabuhan Lembar ini merupakan wujud komitmen Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya dalam menciptakan rasa aman dan tertib di area publik dan transportasi.

Dengan kehadiran polisi di titik-titik strategis seperti pelabuhan, diharapkan dapat meminimalisir potensi gangguan keamanan dan memberikan kepastian bagi masyarakat yang melakukan perjalanan.

Polsek Kawasan Pelabuhan Lembar akan terus meningkatkan kegiatan pengamanan dan patroli secara rutin, terutama pada saat-saat ramai seperti akhir pekan atau hari libur.

Sinergi dengan berbagai pihak terkait, termasuk otoritas pelabuhan, TNI AL, dan instansi lainnya, akan terus diperkuat demi terciptanya situasi yang aman dan kondusif di kawasan Pelabuhan Lembar.

Upaya ini sejalan dengan program kepolisian dalam meningkatkan kehadiran polisi di tengah masyarakat serta memberikan pelayanan yang humanis dan profesional.

Diharapkan, dengan langkah-langkah proaktif ini, Pelabuhan Lembar dapat menjadi embarkasi dan debarkasi yang aman, nyaman, dan terpercaya bagi seluruh pengguna jasa penyeberangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…