Berita

Perayaan Waisak 2569 TB di Lombok Barat Sukses dengan Pengamanan dan Bakti Sosial

×

Perayaan Waisak 2569 TB di Lombok Barat Sukses dengan Pengamanan dan Bakti Sosial

Share this article
Perayaan Waisak 2569 TB di Lombok Barat Sukses dengan Pengamanan dan Bakti Sosial

Lombok Barat, NTB – Polres Lombok Barat, Polda NTB, sigap melaksanakan pengamanan dan monitoring rangkaian perayaan Tri Suci Waisak 2569 TB/2025.

Tak hanya fokus pada keamanan peribadatan, Kepolisian juga monitoring kegiatan bakti sosial (baksos) yang menyasar langsung masyarakat di Desa Mareje Barat dan Desa Mareje Timur, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat.

Kegiatan yang berlangsung pada Senin (12/5/2025), mulai pukul 10.00 WITA hingga selesai, bertempat di TK Nava Dhammasekha Tendaun Giri Senang, Dusun Tendaun, Desa Mareje Timur.

Personel gabungan Polres Lombok Barat, Polsek Lembar dan Pospol Mareje diterjunkan langsung untuk memastikan keamanan dan kelancaran acara.

Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., melalui Kapolsek Lembar, Ipda Joko Rudiantoro, S.H., M.H., menegaskan komitmen pihaknya dalam mengawal setiap kegiatan masyarakat, termasuk perayaan hari besar keagamaan.

“Pengamanan perayaan Tri Suci Waisak ini adalah wujud pelayanan kami kepada masyarakat. Kami ingin saudara-saudara kita yang merayakan dapat menjalankan ibadahnya dengan khusyuk dan aman,” ujar Ipda Joko di lokasi kegiatan.

Lebih lanjut, Ipda Joko menjelaskan bahwa kegiatan baksos yang dilaksanakan bersamaan dengan pengamanan Waisak ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat.

“Kami tidak hanya hadir untuk menjaga keamanan, tetapi juga berupaya memberikan manfaat langsung kepada masyarakat melalui kegiatan kemanusiaan seperti pengobatan gratis dan donor darah ini,” tambahnya.

Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Dokes) Polda NTB, yang hadir dengan tim lengkap dipimpin langsung oleh Kabid Dokes Polda NTB, Kombes Pol dr. I Komang Tresna, Sp.OG (K)., MARS.,MH.Kes.

Turut hadir pula perwakilan dari Dokes Polres Lombok Barat, RSUD Tripat Gerung, dan Puskesmas Eyat Mayang.

Sinergi antara Polri dan instansi kesehatan ini menunjukkan komitmen bersama dalam melayani masyarakat secara holistik.

Pengobatan Gratis dan Donor Darah Sambut Antusiasme Warga Mareje

Sasaran utama dari kegiatan baksos ini adalah masyarakat Desa Mareje Barat dan Desa Mareje Timur.

Antusiasme warga terlihat jelas saat mereka berbondong-bondong mendatangi lokasi baksos untuk mendapatkan pelayanan kesehatan gratis dan berpartisipasi dalam kegiatan donor darah.

Ipda Joko Rudiantoro kembali menekankan bahwa kegiatan baksos ini dilaksanakan dengan tujuan kemanusiaan, bertepatan dengan momen perayaan Tri Suci Waisak 2569 TB/2025.

“Semangat Waisak yang mengajarkan tentang kasih sayang dan welas asih, kami implementasikan melalui kegiatan nyata seperti baksos ini. Kami berharap kehadiran Polri dapat memberikan dampak positif dan mempererat tali silaturahmi dengan masyarakat,” jelasnya.

Secara keseluruhan, kegiatan pengamanan perayaan Tri Suci Waisak dan pelaksanaan bakti sosial berjalan dengan aman dan lancar.

Sinergi antara Polri, instansi kesehatan, dan antusiasme masyarakat Mareje menjadi kunci keberhasilan acara ini.

Kegiatan ini tidak hanya menciptakan rasa aman bagi umat Buddha yang merayakan Waisak, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi kesehatan dan kemanusiaan masyarakat sekitar.

Polres Lombok Barat menunjukkan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat bukan hanya sebatas penegakan hukum, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam aksi kemanusiaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…