Berita

Sat Samapta Polres Bima Kota Gelar Patroli Dialogis, Sampaikan Himbauan Kamtibmas kepada Warga

×

Sat Samapta Polres Bima Kota Gelar Patroli Dialogis, Sampaikan Himbauan Kamtibmas kepada Warga

Share this article

Kota Bima, NTB (13 Mei 2025) – Dalam rangka menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif, Satuan Samapta Polres Bima Kota menggelar patroli dialogis sebagai salah satu bentuk upaya preventif untuk menciptakan rasa aman di tengah masyarakat, Selasa (13/5/2025).

Dalam pelaksanaannya, personel Sat Samapta menyambangi sejumlah titik keramaian dan ruang publik yang menjadi tempat aktivitas warga. Melalui pendekatan humanis, personel berdialog langsung dengan masyarakat, menyampaikan pesan-pesan kamtibmas, serta mengajak warga untuk bersama-sama menjaga lingkungan agar tetap aman, tertib, dan kondusif.

Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro, S.I.K., M.Si., melalui Kasi Humas Ipda Baiq Fitria Ningsih menyampaikan bahwa kegiatan patroli dialogis ini merupakan wujud nyata komitmen Polres Bima Kota dalam memberikan pelayanan dan perlindungan maksimal kepada masyarakat.

“Patroli ini kami fokuskan terutama pada malam hari, mengingat waktu tersebut rawan terjadi tindak kriminalitas. Kehadiran polisi di tengah masyarakat diharapkan dapat mencegah potensi gangguan keamanan sekaligus memberikan rasa aman bagi warga,” jelas Ipda Baiq Fitria.

Dengan patroli yang dilaksanakan secara rutin dan bersinergi bersama masyarakat, Polres Bima Kota berupaya memperkuat kepercayaan publik serta membangun partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…