Berita

Jaga Kamtibmas Tetap Kondusif, Piket Jaga Polsek Poto Tano Gencar Laksanakan Patroli Dialogis

×

Jaga Kamtibmas Tetap Kondusif, Piket Jaga Polsek Poto Tano Gencar Laksanakan Patroli Dialogis

Share this article

Sumbawa Barat, NTB – Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tetap kondusif, personel piket jaga Polsek Poto Tano melaksanakan patroli dialogis di wilayah hukumnya pada Sabtu malam, 10 Mei 2025, sekitar pukul 23.30 WITA.

Patroli dialogis ini bertujuan untuk mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat serta menyampaikan secara langsung imbauan kamtibmas. Dalam kegiatan tersebut, anggota patroli mengingatkan masyarakat agar senantiasa waspada dan menjaga barang-barang berharganya guna mencegah terjadinya tindak kejahatan 3C (curas, curat, dan curanmor).

Selain itu, warga juga diimbau agar lebih memperhatikan pergaulan anak-anaknya agar tidak terjerumus dalam pergaulan bebas yang berpotensi merusak masa depan generasi muda.

Anggota piket juga mengajak masyarakat untuk aktif berpartisipasi menjaga keamanan lingkungan. Petugas mengimbau masyarakat tidak ragu untuk segera melaporkan bila mengetahui adanya potensi gangguan kamtibmas. Peran serta masyarakat sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang aman.

Kapolres Sumbawa Barat, AKBP Zulkarnain, S.I.K., melalui Kasi Humas, AKP Zainal Abidin, S.H., mengatakan bahwa patroli dialogis merupakan salah satu upaya preventif untuk menekan angka kriminalitas dan menjaga situasi yang kondusif.

“Kegiatan ini merupakan bentuk kehadiran polisi di tengah masyarakat sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan. Kami terus mendorong jajaran untuk aktif turun ke lapangan dan membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat,” ujar Kasi Humas.

Selama pelaksanaan patroli, situasi terpantau aman dan terkendali, tanpa adanya kejadian menonjol.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…