Berita

Tim Opsnal Polsek Rasana’e Barat Amankan Terduga Pencuri Spidometer Truk

×

Tim Opsnal Polsek Rasana’e Barat Amankan Terduga Pencuri Spidometer Truk

Share this article

Kota Bima, NTB (6 Mei 2025) – Tim Opsnal Polsek Rasana’e Barat Polres Bima Kota berhasil mengamankan seorang pria berinisial MI (20), terduga pelaku pencurian spidometer mobil truk yang terjadi di wilayah Kelurahan Sarae, Kecamatan Rasana’e Barat, Kota Bima.

Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Rasana’e Barat AKP Suratno, membenarkan penangkapan tersebut. Penangkapan dipimpin langsung oleh Kanit Reskrim Polsek Rasana’e Barat IPDA M. Imanudin, S.H., bersama anggotanya, berdasarkan hasil penyelidikan terkait laporan warga atas tindak pidana pencurian.

Korban dalam kasus ini adalah Teguh Widodo (40), seorang wiraswasta yang beralamat di RT 014 RW 005, Lingkungan Gilipanda, Kelurahan Sarae, Kecamatan Rasana’e Barat, Kota Bima.

Kejadian bermula pada Minggu malam, 20 April 2025, sekitar pukul 23.00 WITA. Saat itu, korban memarkir truk Isuzu Koldiesel NKR71 miliknya di depan rumah dan menguncinya. Namun tak lama kemudian, korban ditegur oleh seorang perempuan dari kelompok pelaku yang mengatakan dalam bahasa daerah, “Mabau dawolekai ncai oto sae,” yang berarti mempertanyakan mengapa mobil dikunci. Korban hanya menjawab, “Sudah saya kunci,” dan kemudian masuk ke dalam rumah.

Keesokan harinya, korban mendapati bahwa spidometer truk miliknya telah hilang.

Setelah dilakukan penyelidikan, pada Selasa pagi, 6 Mei 2025, sekitar pukul 09.00 WITA, Tim Opsnal mendapatkan informasi keberadaan pelaku di kediamannya di RT 010 RW 004, Kelurahan Sarae. Tim segera mendatangi lokasi dan mengamankan MI tanpa perlawanan.

Saat dilakukan pengembangan, pelaku mengakui perbuatannya dan menunjukkan lokasi penyembunyian barang bukti, yakni di halaman SDN 1 Kota Bima. Tim berhasil mengamankan satu unit spidometer truk Isuzu NKR71 yang diduga kuat merupakan hasil curian.

“Pelaku beserta barang bukti kini sudah diamankan di Polsek Rasana’e Barat untuk diproses sesuai hukum yang berlaku,” ujar AKP Suratno.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap aksi kriminalitas, serta segera melaporkan segala bentuk tindakan mencurigakan kepada aparat terdekat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…