Berita

Asik Pesta Sabu di Kamar Kos, Dua Sejoli Diamankan Polsek Sape

×

Asik Pesta Sabu di Kamar Kos, Dua Sejoli Diamankan Polsek Sape

Share this article

Bima, NTB (6 Mei 2025) – Sepasang sejoli yang asyik berpesta narkotika jenis sabu di sebuah kamar kos akhirnya digerebek dan diamankan Tim Opsnal Polsek Sape, Senin malam (5/5/2025) sekitar pukul 23.30 WITA. Penggerebekan dilakukan di salah satu kamar kos yang berada di RT 004 RW 002, Dusun Kampung Baru, Desa Bugis, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima.

Kedua terduga pelaku masing-masing berinisial AD (30), perempuan, warga Desa Sangia, Kecamatan Sape, dan MI (19), laki-laki, warga Desa Rai’oi, Kecamatan Sape. Mereka diamankan berikut sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika.

Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan barang bukti berupa empat lembar plastik klip kosong, dua buah tabung kaca, satu dompet warna hitam, satu unit handphone Realme warna silver, empat buah korek api gas, tiga buah kartu ATM, satu tas selempang (solderbag), satu alat isap (bong) dari botol Aqua, satu kantong kain, dan uang tunai sebesar Rp500.000.

Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro melalui Kapolsek Sape AKP Sirajuddin menjelaskan bahwa penggerebekan dilakukan setelah pihaknya menerima informasi dari masyarakat tentang aktivitas mencurigakan yang diduga berkaitan dengan penyalahgunaan sabu di lokasi tersebut.

“Setelah mendapatkan informasi, Tim langsung bergerak ke lokasi dan meminta seorang saksi bernama RA untuk mendampingi saat penggeledahan. Di dalam salah satu kamar kos, kami menemukan kedua pelaku beserta barang bukti yang telah diamankan,” ujar AKP Sirajuddin.

Usai penggeledahan dan penangkapan, kedua pelaku beserta barang bukti langsung diserahkan ke Sat Resnarkoba Polres Bima Kota untuk proses hukum lebih lanjut.

Polsek Sape mengimbau masyarakat untuk terus bersinergi dalam memberantas peredaran narkoba dengan tidak segan melaporkan setiap aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…