Berita

Kapolda NTB Terima Audiensi Komnas HAM, Sinergi Demi Penegakan Hukum yang Humanis

×

Kapolda NTB Terima Audiensi Komnas HAM, Sinergi Demi Penegakan Hukum yang Humanis

Share this article

 

Mataram — Kapolda Nusa Tenggara Barat, Irjen Pol. Hadi Gunawan, S.H., S.I.K., Rabu (30/4/2025) pukul 09.30 Wita, menerima kunjungan kehormatan dari Tim Komnas HAM RI di ruang kerja Kapolda NTB yang dipimpin langsung Ketua Komnas HAM RI, Dr. Atnike Nova Sigiro, M.Sc.

Audiensi berlangsung dalam suasana hangat, terbuka, dan penuh semangat sinergi. Dalam pertemuan tersebut, Kapolda didampingi Irwasda Polda NTB, Kombes Pol. Dede Ruhiat Djunaedi, S.I.K., M.H., Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol. Mohammad Kholid, S.I.K., M.M., serta Kapolresta Mataram AKBP Hendro Purwoko, S.I.K, M.H.

Kapolda NTB menyambut positif kunjungan Komnas HAM sebagai bagian dari penguatan kerja sama antar lembaga, dalam penegakan hukum yang berkeadilan dan menjunjung tinggi hak asasi manusia.

“Kami di Polda NTB terbuka terhadap masukan dan pengawasan. Ini bentuk komitmen kami untuk menjalankan tugas secara profesional, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan yang humanis,” ujar Irjen Pol. Hadi Gunawan.

Kapolda NTB menambahkan jika pihaknya terus melakukan pembinaan internal, untuk meningkatkan pemahaman anggota terhadap prinsip-prinsip HAM.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap anggota Polri di NTB bekerja tidak hanya sesuai aturan, tetapi juga dengan hati nurani. Pelayanan yang mengedepankan HAM adalah wajah Polri yang kami bangun hari ini dan ke depan,” tegasnya.

Dalam pertemuan tersebut, Ketua Komnas HAM RI menyampaikan pentingnya membangun pola komunikasi yang sehat dan berkelanjutan, antara aparat penegak hukum dan lembaga pengawas seperti Komnas HAM.

“Kami hadir untuk mendukung upaya reformasi kultural di tubuh Polri. Dialog dan kolaborasi seperti ini adalah bagian penting dari upaya perlindungan HAM yang menyeluruh,” kata Dr. Atnike.

Selain menyampaikan sejumlah isu strategis yang menjadi perhatian Komnas HAM, pertemuan itu juga menjadi forum penyamaan perspektif terkait penanganan laporan masyarakat, pun mekanisme pengawasan yang adil dan transparan.

Pertemuan tersebut menandai komitmen bersama dalam menjaga stabilitas dan keadilan sosial di Nusa Tenggara Barat, melalui pendekatan hukum yang berkeadilan dan menghormati hak setiap warga negara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…