Berita

Kapolsek Lape Pimpin Langsung Pemasangan Banner Himbauan Stop Tambang Ilegal di Bukit Labaong

×

Kapolsek Lape Pimpin Langsung Pemasangan Banner Himbauan Stop Tambang Ilegal di Bukit Labaong

Share this article

Sumbawa Besar–NTB, Kapolsek Lape Iptu Sumarlin, S.H., bersama dengan sejumlah anggota Polsek Lape melaksanakan kegiatan pemasangan banner “STOP TAMBANG ILEGAL” disekitar jalan menuju lokasi tambang emas di Bukit Labaong, Desa Langam, Kecamatan Lopok, Kabupaten Sumbawa, pada hari Sabtu (03/05/2025) pukul 11.50 Wita.

Rangkaian kegiatan dimulai pada pukul 11.30 Wita, di mana rombongan personel Polsek Lape yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Lape bergerak menuju lokasi yang menjadi sasaran pemasangan banner himbauan. Setibanya di lokasi sekitar pukul 11.50 Wita, Kapolsek Lape beserta anggota segera melakukan pemasangan banner yang berisi pesan tegas untuk menghentikan kegiatan penambangan emas ilegal. Proses pemasangan ini juga dibantu oleh dua warga yang kebetulan melintas dilokasi tersebut.

Kapolres Sumbawa AKBP Bagus Nyoman Gede Junaedi, S.H., S.I.K., M.A.P., melalui Kapolsek Lape Iptu Sumarlin, S.H., mendukung penuh kegiatan tersebut. “Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya pihak kepolisian untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai dampak negatif dan ilegalitas kegiatan pertambangan tanpa izin.” ucap Kapolsek.

Kapolsek Lape beserta jajarannya juga memberikan himbauan secara langsung kepada masyarakat yang melintas terkait larangan melakukan aktivitas penambangan emas ilegal dan menjelaskan mengenai konsekuensi hukum yang akan dihadapi apabila tetap melakukan aktivitas tersebut.

Dengan adanya banner himbauan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih menyadari konsekuensi hukum dari kegiatan tambang ilegal dan tidak lagi terlibat dalam aktivitas tersebut serta dapat menekan praktik pertambangan ilegal di wilayah hukumnya demi menjaga kelestarian lingkungan dan ketertiban hukum. (MA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…