Berita

Pengamanan Ketat Polsek Seteluk Warnai Suksesnya Pemilihan BPD Dusun Batu Bintang

×

Pengamanan Ketat Polsek Seteluk Warnai Suksesnya Pemilihan BPD Dusun Batu Bintang

Share this article

Sumbawa Barat, NTB — Dalam rangka memastikan jalannya proses demokrasi yang aman dan kondusif, Bhabinkamtibmas Desa Ai Suning dari Polsek Seteluk, Polres Sumbawa Barat, melaksanakan pengamanan Pemilihan Ketua dan Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di Dusun Batu Bintang, Desa Ai Suning, Kecamatan Seteluk, pada Kamis (01/05/2025).

Kegiatan ini mendapat perhatian langsung dari Kapolres Sumbawa Barat, AKBP Zulkarnain, S.I.K., yang melalui Kapolsek Seteluk, AKP Siswoyo, S.H., menyampaikan bahwa pengamanan dilakukan sebagai bentuk dukungan Polri dalam menjaga stabilitas kamtibmas di wilayah hukum Seteluk, khususnya dalam pelaksanaan kegiatan demokrasi di tingkat desa.

“Kami hadir untuk memastikan proses pemilihan BPD berlangsung aman, tertib, dan lancar tanpa gangguan yang dapat merusak suasana demokratis di tengah masyarakat,” tegas Kapolsek.

Dalam pemilihan tersebut, dari total 411 Daftar Pemilih Tetap (DPT), sebanyak 305 warga menggunakan hak pilihnya, sementara 3 suara dinyatakan tidak sah. Dua calon bersaing dalam pemilihan ini, yakni Endang Sopiawati dan Muhammad Tahir.

Hasil perhitungan suara menunjukkan kemenangan Muhammad Tahir yang meraih 182 suara, unggul atas Endang Sopiawati yang memperoleh 120 suara.
Suasana pemilihan berlangsung tertib dan damai hingga proses penghitungan suara selesai.

“Alhamdulillah, seluruh proses berjalan lancar. Ini tidak terlepas dari kesadaran masyarakat serta peran aktif aparat keamanan dalam menjaga situasi tetap kondusif,” tutup Kapolsek Siswoyo.

Kegiatan ini menjadi bukti sinergi antara aparat kepolisian dan masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan, sekaligus memperkuat nilai-nilai demokrasi di tingkat desa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…