Berita

Polisi dan Warga Bersatu Lawan Narkoba

×

Polisi dan Warga Bersatu Lawan Narkoba

Share this article

Lombok Barat, NTB – Kepolisian Resor (Polres) Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), melalui Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas), menggelar program rutin ‘Minggu Kasih’ di Dusun Labuapi Timur, Desa Labuapi, Kecamatan Labuapi, pada hari Minggu (12/4/2025).

Kegiatan yang dilaksanakan bersama dengan Polsek Labuapi ini bertujuan untuk menjalin silaturahmi dan mendengarkan secara langsung keluhan serta permasalahan yang dihadapi masyarakat.

Sekaligus mencari solusi bersama demi terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk personel Sat Binmas Polres Lombok Barat, Polsek Labuapi. Juga Kepala Dusun Labuapi Timur Herman Pelani, Ketua PKK Dusun Labuapi Timur Ibu Haerani, serta perwakilan masyarakat setempat.

Silaturahmi dan Mendengarkan Keluhan Warga

Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., melalui Kasat Binmas, Iptu Muh. Mahrip mengatakan, bahwa program ‘Minggu Kasih’ merupakan inisiasi Polri yang bertujuan untuk mendekatkan diri antara pihak kepolisian dengan masyarakat.

“Program ‘Minggu Kasih’ ini adalah wujud komitmen kami untuk hadir di tengah masyarakat, mendengarkan aspirasi. Serta bersama-sama mencari solusi atas berbagai permasalahan yang ada di wilayah hukum Polres Lombok Barat,” ungkapnya.

Warga Antusias Bertanya Soal Bahaya Narkoba

Sesi dialog menjadi inti dari kegiatan ‘Minggu Kasih’ kali ini. Ketua PKK Dusun Labuapi Timur, Haerani, mewakili warga menyampaikan pertanyaan penting terkait bahaya, ciri-ciri, dan dampak dari penyalahgunaan narkoba.

Pertanyaan ini mencerminkan kekhawatiran masyarakat terhadap ancaman narkoba, terutama bagi generasi muda.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Kanit Binpolmas Sat Binmas Polres Lombok Barat, Ipda I Nym. Dana, memberikan penjelasan rinci mengenai bahaya dan dampak negatif penyalahgunaan narkoba.

Menyebutkan beberapa dampak buruk narkoba, antara lain melemahnya sistem kekebalan tubuh, rentan terhadap HIV/AIDS.

Gangguan kesehatan secara umum, potensi gagal jantung dan liver, gangguan pada otak, masalah pencernaan, gangguan kognitif, serta gangguan psikologis.

Penjelasan Ciri-Ciri Pengguna Narkoba dan Himbauan Pencegahan

Lebih lanjut, IPDA I Nym. Dana juga menjelaskan ciri-ciri fisik dan psikologis yang mungkin terlihat pada pengguna narkoba. Menyebutkan bahwa pecandu narkoba seringkali tidak merasa membutuhkan bantuan untuk pemulihan.

Mereka umumnya mudah mengalami depresi hingga berujung pada gangguan jiwa (ODGJ), sulit berkonsentrasi.

Kehilangan minat untuk berprestasi, mengalami gangguan psikologis, serta perubahan drastis pada kondisi fisik yang cenderung melemah.

Pada kesempatan yang sama, Kasat Binmas Polres Lombok Barat, Polda NTB, Iptu Muh. Mahrip, menambahkan akan pentingnya peran serta seluruh elemen masyarakat dalam mencegah penyalahgunaan narkoba.

“Kami dari Polres Lombok Barat sangat mengharapkan dukungan dan kerjasama dari seluruh masyarakat, khususnya para orang tua, untuk bersama-sama menjaga keluarga dan lingkungan sekitar dari bahaya narkoba. Mari kita tingkatkan pengawasan terhadap anak-anak dan remaja agar tidak terjerumus dalam lingkaran setan narkoba,” tegas Iptu Muh. Mahrip.

Komitmen Bersama Mewujudkan Kamtibmas Kondusif

Kegiatan ‘Minggu Kasih’ ini diakhiri dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif. Masyarakat Dusun Labuapi Timur merasa senang dan terbantu dengan adanya program ini, karena mereka dapat menyampaikan aspirasi dan mendapatkan informasi penting langsung dari pihak kepolisian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…