Berita

Ciptakan Rasa Aman, Polsek Seteluk Gelar Patroli Rawan Siang di Depan SMPN 1 Seteluk

×

Ciptakan Rasa Aman, Polsek Seteluk Gelar Patroli Rawan Siang di Depan SMPN 1 Seteluk

Share this article

Sumbawa Barat, NTB – Dalam upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif, Polsek Seteluk menggelar kegiatan rawan siang di depan SMPN 1 Seteluk, Sabtu (12/04/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah preventif sekaligus implementasi program Presisi Polri dalam mendekatkan pelayanan keamanan kepada masyarakat.

Kehadiran petugas di jam pulang sekolah bertujuan untuk memberikan rasa aman dan nyaman, terutama bagi para siswa yang sedang menyeberang jalan dan kembali ke rumah usai mengikuti kegiatan belajar mengajar.

Kapolres Sumbawa Barat, AKBP Zulkarnain, S.I.K., melalui Kapolsek Seteluk, AKP Siswoyo, S.H., mengatakan bahwa kegiatan rawan siang ini merupakan bentuk komitmen kepolisian dalam menjaga kamtibmas serta menjawab kebutuhan masyarakat terhadap rasa aman dalam aktivitas sehari-hari.

Selama kegiatan berlangsung, personel Polsek Seteluk turut mengatur arus lalu lintas di sekitar sekolah guna mencegah kemacetan dan kecelakaan lalu lintas. Waktu dan lokasi kegiatan rawan siang disesuaikan dengan titik-titik yang dianggap memiliki potensi kerawanan tinggi.

Langkah preventif seperti ini diharapkan semakin memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap Polri serta mendukung terciptanya lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif, khususnya di wilayah hukum Kecamatan Seteluk.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…