Berita

Lebaran Usai, Pelabuhan Lembar Pastikan Keamanan Arus Balik

×

Lebaran Usai, Pelabuhan Lembar Pastikan Keamanan Arus Balik

Share this article

Lombok Barat, NTB – Aparat kepolisian dari Polres Lombok Barat terus meningkatkan pengamanan di Pelabuhan Penyeberangan Lembar. Pasca Hari Raya Idul Fitri 1446 H dalam Operasi Ketupat Rinjani 2025.

Pada hari Jumat (4/4/2025) pagi, petugas melaksanakan pengamanan dan pemeriksaan terhadap kapal yang baru tiba dari Pelabuhan Padangbai, Bali.

Kepala Pos Pelayanan dan Terpadu Pelabuhan Lembar, Operasi Ketupat Rinjani 2025 Polres Lombok Barat, Iptu Benhard Simanungkalit, menjelasakan situasi terkini di Pelabuhan.

Bahwa kegiatan pengamanan dan pemeriksaan ini merupakan bagian dari upaya untuk memastikan keamanan dan kelancaran arus mudik dan balik Lebaran tahun ini.

“Hari ini, sekitar pukul 08.20 WITA, kami melaksanakan pengamanan dan pemeriksaan terhadap Kapal yang datang dari Pelabuhan Padangbai, Bali,” ujar Iptu Benhard Simanungkalit kepada awak media di lokasi.

Pemeriksaan Penumpang dan Kendaraan di Pelabuhan Lembar

Lebih lanjut, Iptu Benhard menjelaskan bahwa kapal tersebut membawa sejumlah besar penumpang dan kendaraan dari berbagai golongan.

Berdasarkan data yang dihimpun, bahwa kapal yang bersandar hari ini yaitu KMP. DHARMA VERRY VIII mengangkut 90 penumpang.

Juga memngangkut 40 unit kendaraan golongan II, 2 unit kendaraan golongan III, 18 unit kendaraan golongan IV.A, 2 unit kendaraan golongan V.A.

Sementara itu, untuk kendaraan golongan I, IV.B, V.B, VI.A, VI.B, VII, VIII, dan IX tidak terdapat muatan.

“Kami melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap penumpang dan kendaraan yang baru tiba. Hal ini bertujuan untuk mencegah masuknya barang-barang terlarang yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban Masyarakat,” tegasnya.

Arus Penyeberangan Terpantau Landai

Iptu Benhard juga menyampaikan kabar baik terkait kondisi arus penyeberangan di Pelabuhan Lembar saat ini.

Menurutnya, arus penyeberangan terpantau landai dan tidak terjadi penumpukan kendaraan yang signifikan.

Bahkan, untuk keberangkatan dari Pelabuhan Lembar sendiri belum terlihat adanya lonjakan penumpang maupun kendaraan yang berarti.

“Pantauan kami menunjukkan bahwa arus penyeberangan masih dalam kondisi normal dan lancar. Saat ini, kendaraan roda dua masih mendominasi pergerakan di pelabuhan,” ungkapnya.

Himbauan Keselamatan Kepada Pengguna Jasa Pelabuhan

Dalam kesempatan tersebut, Iptu Benhard tidak lupa memberikan himbauan kepada seluruh penumpang dan sopir kendaraan yang menggunakan jasa penyeberangan di Pelabuhan Lembar.

Ia meminta agar mereka selalu mengikuti antrian dengan tertib dan mematuhi arahan dari petugas pelabuhan.

“Kami mengimbau kepada seluruh pengguna jasa pelabuhan untuk selalu mengikuti antrian dan mematuhi petunjuk dari petugas kami di lapangan. Hal ini sangat penting untuk menjaga kelancaran arus keluar masuk pelabuhan,” katanya.

Selain itu, Iptu Benhard juga menekankan pentingnya mengutamakan keselamatan selama perjalanan.

“Keselamatan adalah prioritas utama. Kami mengimbau kepada seluruh penumpang dan pengemudi untuk selalu berhati-hati dan mengutamakan keselamatan diri dan orang lain,” pesannya.

Pengamanan Terpadu Berjalan Aman dan Lancar

Lebih lanjut, Iptu Benhard Simanungkalit memastikan bahwa kegiatan pengamanan baik untuk kedatangan maupun keberangkatan di Pelabuhan Lembar berjalan dengan aman dan lancar.

“Secara umum seluruh rangkaian kegiatan pengamanan di Pelabuhan Lembar hari ini berjalan dengan aman dan lancar. Sinergi antara berbagai pihak sangat penting dalam menjaga keamanan dan kelancaran arus mudik dan balik Lebaran tahun ini,” pungkas Iptu Benhard.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…