Berita

Di Balik Pembagian Takjil Polsek Kediri, Pesan Mendalam Ini Terungkap

×

Di Balik Pembagian Takjil Polsek Kediri, Pesan Mendalam Ini Terungkap

Share this article

Lombok Barat, NTB – Bulan suci Ramadhan 1446 H menjadi momentum bagi berbagai pihak untuk berbagi kebaikan. Tak terkecuali jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Kediri, Polres Lombok Barat, Polda NTB, yang turut menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat dengan menggelar kegiatan pembagian takjil pada Rabu (19/3/2025). Kegiatan yang berlangsung di depan Markas Komando (Mako) Polsek Kediri, Jalan TGH. Abdul Karim, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat ini menyasar para pengendara yang melintas menjelang waktu berbuka puasa.

Kegiatan yang dimulai pukul 16.30 WITA ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Kediri, AKP Jahyadi Sibawaih, S.H. Beliau tidak sendiri, dalam aksi sosial ini, Kapolsek Kediri didampingi oleh sejumlah personel Polsek Kediri lainnya, termasuk Kasium Polsek Kediri AIPTU Ida Bagus Kumara Putra, Kanit Provos Polsek Kediri AIPTU Marwan Hakim, Kanit Binmas Polsek Kediri AIPTU Atim, Kanit Intelkam Polsek Kediri AIPTU I Komang Seridana Yasa, serta para Bhabinkamtibmas Polsek Kediri. Turut hadir dan memberikan dukungan dalam kegiatan ini adalah Ketua Bhayangkari Ranting Kediri beserta anggota.

Pembagian Takjil Sebagai Bentuk Sinergi Polri dan Masyarakat

Dengan penuh semangat, Kapolsek Kediri beserta jajarannya dan ibu-ibu Bhayangkari turun langsung ke jalan untuk membagikan takjil kepada para pengguna jalan, baik pengendara roda dua maupun roda empat. Senyum ramah terpancar dari wajah para anggota kepolisian saat menyerahkan bingkisan takjil kepada masyarakat yang sedang dalam perjalanan menunggu waktu berbuka puasa atau yang biasa dikenal dengan istilah “ngabuburit”.

Kapolsek Kediri, AKP Jahyadi Sibawaih, S.H., dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian Polri, khususnya Polsek Kediri, terhadap masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini.

“Kegiatan pembagian takjil ini adalah salah satu bentuk rasa empati dan kepedulian kami, jajaran Polsek Kediri, kepada saudara-saudara kita yang sedang berpuasa. Kami berharap, sedikit bantuan ini dapat membantu mereka yang masih di jalan saat menjelang waktu berbuka,” ujar AKP Jahyadi Sibawaih di sela-sela kegiatan.

Lebih lanjut, AKP Jahyadi Sibawaih menambahkan bahwa kegiatan ini juga bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antara pihak kepolisian dengan masyarakat. Pihaknya ingin terus membangun kedekatan dan kepercayaan masyarakat terhadap Polri, sehingga sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dapat terus terjalin dengan baik.

Komitmen Polri Hadir dalam Kegiatan Sosial

Kegiatan pembagian takjil ini juga menjadi bukti komitmen Polsek Kediri untuk terus hadir dalam berbagai kegiatan sosial di tengah masyarakat. Pihaknya menyadari bahwa Polri tidak hanya bertugas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk turut serta mendukung kesejahteraan masyarakat.

Antusiasme masyarakat terlihat jelas saat menerima takjil dari Kapolsek Kediri dan jajarannya. Beberapa pengendara bahkan menyempatkan diri untuk mengucapkan terima kasih atas kepedulian yang ditunjukkan oleh pihak kepolisian. Suasana keakraban dan kebersamaan terasa hangat di sepanjang Jalan TGH. Abdul Karim sore itu.

Kegiatan pembagian takjil ini berlangsung selama kurang lebih satu jam, mulai pukul 16.30 WITA hingga berakhir pada pukul 17.30 WITA. Selama pelaksanaan kegiatan, situasi terpantau aman dan lancar, tanpa adanya gangguan yang berarti.

Inisiatif Polsek Kediri dalam berbagi kebaikan di bulan suci Ramadhan ini patut diapresiasi. Kegiatan ini tidak hanya membantu masyarakat yang membutuhkan, tetapi juga semakin memperkuat citra Polri sebagai pengayom dan pelindung masyarakat. Diharapkan, kegiatan serupa dapat terus dilakukan oleh pihak kepolisian maupun instansi lainnya sebagai wujud kepedulian dan kebersamaan dalam membangun masyarakat yang lebih baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…